Warga Sagulung-Batuaji Ancam Turun ke Jalan, Sebagai Bentuk Protes Listrik Sering Padam

Ilustrasi demonstrasi warga Batam yang menolak kenaikan tarif listrik beberapa waktu lalu. NET

SAGULUNG (HK) — Pemadaman listrik atau banyak dimaknai sebagai byar pet, membuat warga Batuaji dan Sagulung gerah. Karenanya mereka mengancam akan turun ke gedung Bright Pln Batam untuk memprotes kondisi tersebut.

Warga merasa dibohongi dengan aksi Bright PLN Batam telah membuat kesepakatan dengan beberapa organisasi dan aliansi di Batam pada saat dilakukan penyesuaian tarif hingga 40 persen di tahun 2017 lalu. Dimana bright PLN telah berjanji memberikan pelayanan maksimal.

“Bright PLN Batam telah berjanji meningkatkan pelayanan, sehingga waktu itu demonstrasi dihtentikan,” ungkap Parlin Sihombing, tokoh masyarakat Sagulung ke awak media, Selasa (16/7).

Seharusnya bright PLN Batam, lanjutnya, bisa meminimalisir kerusakan atau perbaikan. Karena dari jauh hari harus bisa diprediksi mana yang harus diperbaiki, kecuali kalau terjadi musibah.

Masih lanjutnya ketua Harian organisasi SMS ini, sekaligus penggerak massa pada tahun 2017 lalu mengatakan, alasan Bright PLN Batam, sangat tak mendasar, dimana Bright PLN memperbaiki gardu.

“Ini sangat tak masuk akal. Kalau perbaikan gardu kenapa semua harus bergilir,” katanya lagi.

Dia juga menjelaskan, masyarakat Batam yang santun dan menjungjung tinggi nilai ke-keluargaan. “Jadi jangan dipikir kita ini diam. Tidak tahu apa apa. Jangan memaksa kami harus turun ke jalan dan berteriak,” ungkapnya.

Dia juga meminta kepada pemerintah provinsi agar memperhatikan apa yang dialami masyarakat karena ulah Bright PLN.

“Kita sudah tunaikan apa yang menjadi kewajiban kita. kita juga berhak untuk mendapatkan apa yang menjadi hak kita,” terangnya.

Dampak padamnya listrik tersebut, banyak hal yang terkendala, seperti di Polsek Sagulung dan Batuaji jadi tersendat untuk kepengurusan surat laporan kehilangan dan SKCK.

Bahkan untuk di dalam rumah tangga, warga ta bisa berbuat apa-apa, karna semua beraliran listrik. “Tak bisa ngapain-ngapain pak. Soalnya listrik mati hampir 3 jam lamanya, jadi tersendat semuanya,” keluhnya Risna, warga Batuaji. (ded)

(Visited 50 times, 1 visits today)