by

KP Yudhistira, Dirpolair Amankan 9 PMI Ilegal

BATAM (HK)- Kapal Patroli (KP) Yudhistira 8003 bersama Dirpolair Polda Kepri berhasil mengamankan sembilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang akan diseludupkan ke Malaysia. Dua tersangka tindak pidana perlindungan migran berhasi dibekuk, sekaligus speed both bermesin 200 PK sebagai barang bukti saat ekspose di Mapolda Kepri, Rabu (17/7).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, mengatakan keberhasilan KP Yudhistira dan Dirkorpolair Polda Kepri mengungkap tindak pidana perlindungan pekerja migran Indonesia setelah melakukan patroli di perairan Nongsa.

Pada hari Minggu, 14 Juli 2019, lalu, teman-teman KP Yudhistira 8003 melaksanakan patroli menggunakan speed rider. Pukul 17.00 WIB melakukan pengejaran speed yang membawa pekerja ilegal. Setelah dilakukan penyisiran sampai ke perumahan pemko Batam Botania II Batam Center.

“Hasil pemeriksaan, 9 orang ilegal ini Rencanya akan diberangkatkan Seninnya. Dan satu orang pengurus yakni Lobing,” ujarnya.

Dilanjutkan, setelah dilakukan pendalaman dan penyisiran di perairan Nongsa, ditemukan speed fiber warna biru mesin yamaha 200 PK membawa pekerja migran Indonesia ke malaysia.

Hasil keterangan selanjutnya, kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, dua tersangka yang diamankan yakni Lobing Subandrio dan Supiadi. Aksi mereka melakukan pengiriman tenaga imigran ke Malaysia sudah dua kali berhasil, dan rencananya ketiga namun kemudian gagal.

“Hasilnya diserahkan awak kapal patroli Yudhistira 8003 ke Dirpolair, proses selanjutnya,” ujarnya.

Dari dua orang tersangka tersebut, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, mengatakan berhasil diamankan satu unit speed boat 200 PK sebagai barang bukti.

“Untuk pencegahan, selanjutnya berkoordinasi dengan BP3TKI Tanjungpinang,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benjamin Sapta, mengatakan berdasarkan keterangan korban, mereka membayar RP5 juta sejak berangkat dari daerah asal.

“Tempat penampungan dan keberangkatan yang digunakan berpindah terus untuk mengelabui petugas. Mereka mencoba melakukan pemindahan. Menggunakan kapal kapal kecil,” ujarnya.

Dikatakan, sejumlah TKI ilegal tersebut sebagian berasal dari Lombok dan sebagai dari Jawa Timur. Mereka dijanjikan pekerjaan buruh, pekerja sawit dan juga peternakan. Sedangkan aksi dua orang tersangka, yakni satu merekrut dan satunya lagi menyiapkan kapal dan mengelola penampungan.

Ulahnya, tersangka diancam Pasal 81 juncto pasal Pasal 81 jo pasal 69 jo pasal 86 huruf c jo pasal 72 huruf c Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Serta ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp15 miliar. (put)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed