by

Nasib Karyawan Belum Jelas, Kadisnaker: Belum Ada Pembahasan Lanjutan Soal PT Unisem

MUKAKUNING (HK) — Bulan September yang menjadi jadwal Penutupan Perusahaan (Lock Out) semakin dekat, namun demikian hingga saat ini nasib ribuan karyawan PT Unisem Batam belum jelas juntrungannya.

Bahkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) kota Batam, Rudi Syakirti, yang dikonfirmasi awak media, Kamis (18/7) siang, mengakui belum ada pembahasan lanjutan terkait pemenuhan hak-hak pekerja (pesangon).

Meski menurutnya kemungkinan untuk waktu dekat ini ada pembahasannya, makanya kita akan menunggu informasi dari pihak manajemen. Dan memang hingga saat ini belum ada perkembangan baru terkait hak-hak pekerja tersebut.

“Kemungkinan dalam waktu dekat ini antara pekerja dengan manajemen perusahaan akan adakan pembahasan yang menuju kesana. Dan memang hingga sampai saat ini belum ada perkembangan terbaru. Kita tunggu saja,” tegasnya.

Ketika ditanya mengenai kapan dilakukan audensi dengan pihak perusahaan, Rudi pun menyampaikan masih kita tunggu dari pihak perusahaan. “Kita tunggu saja apa perkembangan terbarunya,” ujarnya lagi.

Sementara pantauan dilapangan, para pekerja PT Unisem masih melakukan mogok kerja. Sebelumnya mereka diluar pagar perusahaan, namun kini para pekerja sudah masuk kedalam perusahaan.

Para pekerja terlihat duduk-duduk saja dikawasan perusahaan. Mereka pun menyatakan tetap mogok kerja hingga sampai pihak perusahaan atau owner nya turun menyapa mereka tentang hak-haknya mereka.

Aksi tersebut mereka lakukan karena belum adanya kejelasan dari manejemen mengenai hak-hak mereka apabila perusahaan elektronik tersebut menutup operasinya di Kota Batam.

“Sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak manajemen perusahaan. Makanya kami mogok kerja hingga sudah berlangsung 4 hari lama. Kami akan tetap mogok kerja sampai ada kejelasan dari pihak perusahaan terkait hak atau pesangon kami,” kata Rontina, salah satu pekerja PT Unisem.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPEE FSPMI) Kota Batam, Mochamat Mustofa, mengatakan, aksi tersebut merupakan jalan alternatif terakhir yang dilakukan para karyawan.

“Benar, para karyawan PT Unisem itu mogok kerja karena belum ada kejelasan dari manajemen terkait status karyawan,” katanya saat itu.

Mustofa pun menyatakan, para karyawan juga mengaku kecewa dengan manajemen perusahaan karena tak memberikan penjelasan terkait rencana penutupan perusahaan tersebut. (ded)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed