by

Pengembang Diminta Cari Jalan Alternatif *Penutupan Jalan ke Perumahan Mega Sedayu

KARIMUN (HK)-Polemik penutupan jalan masuk ke perumahan Mega Sedayu di kawasan PN, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing oleh PT Timah menemui titik terang. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan itu dengan cara baik-baik setelah digelarnya pertemuan antara PT Timah, manajemen PT Mega Sedayu dan warga di DPRD Karimun.

Pertemuan yang dipimpin Ketua DPRD Karimun M Yusuf Sirat dihadiri Wakil Ketua Bakti Lubis dan dihadiri oleh anggota Komisi III DPRD Karimun membidangi pembangunan dan lingkungan hidup. Dewan mengundang Kepala Divisi Pengamanan PT Timah, Mochamad Jaelani, Direktur PT Mega Sedayu Bidin dan perwakilan warga perumahan Mega Sedayu.

Dalam pertemuan itu, PT Timah bersedia membongkar kembali pagar permanen yang telah dibangun di areal pintu masuk perumahan Mega Sedayu yang berada disamping RSBT. Dengan catatan, pembongkaran itu hanya bersifat sementara selama pengembang menyelesaikan pembangunan jalan alternatif bagi warga setempat.

“Pagar yang dibangun sekarang ini tujuannya untuk mengamankan aset PT Timah. Sebab, tanah itu bagian dari aset yang kami miliki. Namun, kami bukan tak mau memberikan solusi dalam persoalan ini. Kami bersedia membongkar sementara pagar yang telah dibangun, selama pengembang membangun jalan lain. Jika jalan itu sudah selesai, maka pagar itu akan kami bangun kembali,” ungkap Jaelani.

Direktur PT Mega Sedayu, Bidin menyangguppi permintaan PT Timah. Hanya saja, saat ini pihaknya masih menjalin kesepakatan dengan pemilik lahan untuk pembangunan jalan alternatif. Jika kesepakatan itu tercapai maka dalam waktu dua bulan pembangunan jalan itu bisa selesai dilaksanakan.

“Kami akan mencarikan jalan alternatif sebagai akses masuk ke perumahan yang ada di PN. Kami berjanji dalam kurun waktu dua bulan berusaha menyelesaikan pembangunan jalan yang baru. Namun, kami butuh kesepakatan juga dengan pemilik lahan. Mudah-mudahan bisa secepatnya dibangun,” ungkap Bidin.

Ketua DPRD Karimun, M Yusuf Sirat mengaku lega dengan adanya kesepakatan antara PT Timah dan PT Mega Sedayu soal penutupan akses jalan ke perumahan Mega Sedayu. Menurut dia, persoalan jalan yang berlangsung selama satu bulan itu dibahas oleh Komisi III DPRD Karimun hingga ke PT Timah di Bangka.

“Alhamdulillah, hari ini kedua belah pihak, dalam hal ini, PT Timah dan PT Mega Sedayu telah berhasil mencapai kesepakatan terkait penutupan jalan masuk ke perumahan Mega Sedayu. Dengan keputusan ini, setidaknya bisa menghindari konflik atau gesekan di tengah-tengah masyarakat.

Sebelumnya, warga perumahan Mega Sedayu di kawasan PN, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing merasa tak terima ditutupnya pintu masuk ke perumahan itu oleh PT Timah Tbk. PT Timah menutup akses masuk ke perumahan itu secara permanen dengan memasang batako setinggi orang dewasa, Kamis (4/7).

Warga yang mendiami perumahan itu tak bisa berbuat banyak ketika menyaksikan dua orang tukang bangunan secara perlahan memasang satu persatu batako hingga selesai. Warga hanya bisa pasrah melihat dari kejauhan pada saat pintu utama ke perumahan itu mulai tertutup oleh tingginya batako.

“Kami sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan PT Timah ini. Masa tak ada toleransi sama sekali kepada kami. Kalau memang PT Timah merasa tanah yang sekarang dijadikan jalan masuk ke perumahan miliknya. Tapi setidaknya berikan kesempatan dulu agar ada jalan alternatif lain yang lebih besar,” ungkap Ferdino, warga Perumahan Mega Sedayu. (ham)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed