61 Ekor Sapi Bali Dikembalikan *Tak Miliki Dokumen Uji Kelayakan dari Daerah Asal

Ilustrasi, sejumlah sapi dalam kondisi tidak layak untuk dikurbankan. NET

BATAM (HK) – Sedikitnya 61 ekor sapi asal Bali yang hendak masuk ke Kota Batam melalui pelabuhan tikus, dikembalikan ke daerah asal. Pasalnya sapi tersebut tidak memiliki dokumen uji kelayakan dari daerah asal, serta tidak lolos tes laboratorium khusus penyakit Jembrana.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KP2) Kota Batam, Mardanis ke awak media, Jumat (19/7), ditemui di ruang kerjanya kantor Dinas KP2 Sekupang.

“61 ekor terpaksa kita minta dikembalikan, apalagi masuknya melalui pelabuhan tidak resmi,” ungkap Mardanis.

Sapi tersebut, lanjutnya, masuk dari Kota Jambi, Kuala Tungkal. Berdasarkan laporan dari masyarakat serta sejumlah Asosiasi Pengusaha Ternak, sapi tersebut hendak masuk ke Batam. Setelah dicek, ternyata tidak ada dokumen.

“Sudah dikembalikan, karena memang sapi yang masuk harus steril,” tegasnya.

Menurut Mardanis, semua hewan yang masuk ke Batam wajib mendapatkan rekomendasi lulu uji laboratorium khusus penyakit Jembrana dan juga dokumen kelayakan dari daerah asal. Jika tidak, dan kemudian ditemukan makan dikenakan denda atau bahkan bisa pidana.

“Kita kewenangan hanya chek point, sepanjang melewati pelabuhan resmi, itu semua sudah sesuai standard,” terangnya.

Lebih lanjut, dijelaskan oleh Kabid Peternakan KP2, Sri Yuneli, bahwa hewan standard untuk kurban yang layak, memang hewan yang sudah uji dokter hewan. Bahkan hewan yang sudah ditentukan dokter hewan.

“Kita menyarankan hewan yang sudah di lebel. Dokumen telah diperiksa fisiknya,” ujarnya.

Kriteria lainnya, yakni sehat dan tak ada kaki yang patah, umurnya tiga tahun keatas. Sehingga menurutnya yang tidak ada lebel jangan beli. “Kalau ragu telpon Dinas,” ujarnya.

Pengembalian 61 ekor sapi yang hendak masuk ke Batam tersebut, Mardanis menyebutkan merujuk kepada Perda No 2 tahun 2019 tentang hewan ternak. Rujukan tersebut sapi yang hendak masuk Kota Batam, sebagai kawsan bebas, ada izin keluar sana dari tempat asal. Telah melalui uji laboratorium khusus penyakit jembrana. Cek poin, dan karantina di Pelabuhan Resmi.

Tujuannya, agar sapi yang didistribusikan adalah sapi yang aman, utuh sehat dan halal dikomsumsi.

Menurutnya, minggu kedepan, minimal 7 hari sebelum hari H raya kurban, tim dari dinas ketahanan pangan dan pertanian akan melakukan sidak sekaligus untuk melebelkan sapi yang akan diedarkan di kota Batam. (put)

(Visited 21 times, 1 visits today)