Dua Pelaku Curanmur Diringkus

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur, Iptu Ardian melakukan press rillis penangkapan dua pelaku Curanomor saat ditangkap beberapa waktu lalu, Jumat (19/7).

TANJUNGPINANG (HK)- AS (18) dan SB (24), dua pemuda pelaku pencurian kendaraan sepeda motor (Coranmor) yang meresahkan masyarakat Tanjungpinang selama ini berhasil dibekuk jajaran Polsek Tanjungpinang Timur di dua lokasi berbeda, Rabu (10/7) lalu.

Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Indra Jaya melalui Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur, Iptu Ardian mengungkapkan, pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan korban LA, warga yang tinggal di daerah Kilometer 5 Tanjungpinang, setelah mendapati sepeda motornya jenis Honda Supra X 125 yang tengah terpakir telah hilang digondol maling.

“Berdarkan hasil penyelidikan yang kita lakukan, mendapati informasi bahwa sepeda motor merk Honda Supra X 125 milik korban tersebut dijual melalui grup Facebook BJB Tanjungpinang,” kata Ardian, Jumat(19/7).

Atas informasi tersebut, lanjut Ardian, pihaknya melakukan penyelidikan melalui penelusuran, kemudian mendapati seorang pembelinya berinisial AS bersama barang bukti sepeda motor Honda Supra X 125 milik korban.

“Pelaku AS ini merupakan sebagai pembelinya. Berdasarkan pengakuannya, ia membeli sepeda motor itu seharga Rp1,1 juta. Ia ditangkap di Jalan Raja Haji Fisabililah KM 8, Rabu (10/7) lalu,” ungkap Ardian.

Dari pengakuan pembeli tersebut, lanjut Ardian, pihaknya terus melakukan penyidikan dan pengembangan sehingga berhasil menangkap pelaku SB di kawasan Tombong Bata Kilomter 9 Tanjungpinang.

“Pasa saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku SB, ia berusaha untuk kabur, sehingga dilakukan pengejaran dan akhirnya berhasil ditangkap usai terjatuh yang mengakibatkan luka pada bagian kepalanya,” ucap Ardian.

Diterangkan, modus kedua pelaku mencuri sepeda motor dengan cara merusak kabel kunci, dan setelah berhasil membawa sepeda motor korban kabur. Dari tangan pelaku SB pihanya juga berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter.

“Perbuatan tersangka dapat dijerat sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkasnya.(nel)