Lahan Darat Banyak Tidur, Lahan Laut Terus Ditimbun

Penimbunan lahan di sekitaran Ocarina Batam Centre, semakin mendekati daratan Nongsa. (istimewa)

Penimbunan lahan di sekitaran Ocarina Batam Centre, semakin mendekati daratan Nongsa. (istimewa)

BATAM (HK)- Banyaknya lahan darat yang tidur alias tidak dimanfaatkan di Batam terus menimbulkan polemik. Bahkan saat ini muncul desakan dari sejumlah kalangan meminta pihak terkait bersikap tegas dengan mencabut kepemilikan lahan-lahan tidur tersebut.

Di tengah banyaknya keberadaan lahan darat yang tidak dimanfaatkan di Batam, pemandangan berbeda justru terlihat di wilayah pesisir pantai yang terus menjalankan aktivitas penimbunan atau reklamasi secara masif.

Pantauan haluankepri.com, salah satu aktivitas reklamasi yang sampai saat ini terus berlangsung adalah di sekitar kawasan wisata Ocarina Batam Centre.

Setiap hari terlihat truk membawa tanah timbunan dari darat menuju lokasi reklamasi. Bahkan, aktivitas penimbunan dilakukan sampai tengah malam.

Informasi yang berhasil dirangkum media ini, kawasan yang saat ini direklamasi, besarannya mencapai puluhan hektare. Di lokasi itu nanti akan berdiri pertokoan, hotel, pusat perniagaan dan pelabuhan.

“Ya, nanti disini selain sebagai kawasan wisata juga akan dibangun pertokoan, hotel dan pelabuhan. Pihak investor membutuhkan lahan yang besar, sehingga mereka harus melakukan reklamasi,” ujar sumber haluankepri.com, Sabtu (20/07/19).

Masih menurut sumber, kawasan ini nantinya akan menjadi primadona baru bagi warga Batam. Karena selain memiliki akses yang banyak, posisinya yang berada di pinggir laut dan berhadapan langsung dengan Singapore adalah daya tarik tersendiri.(san)

(Visited 214 times, 3 visits today)