MPLS Ada Perpeloncoan, Wali Kota Siap Copot Jabatan Kepsek

Siswa baru di salah satu SMA sedang mengikuti masa perkenalan lingkungan sekolah (MPLS). Kegiatan MPLS ini berlangsung selama tiga hari dengan berbagai materi serta tugas diberikan kepada siswa baru. NET

SERANG (HK) – Bagi sekolah yang melakukan tindak kekerasan atau perpeloncoan, Kepala Sekolah (kepsek) sebagai penanggungjawabnya akan dikenakan sanksi dengan diturunkan jabatannya menjadi guru kembali. Hal tersebut dikatakan oleh Wali Kota Serang Syafrudin pada saat meninjau kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk peserta didik baru di SMP Negeri 1 Kota Serang, kemarin lalu.

Ia mengatakan, tak segan-segan memberikan sanksi, apabila ada sekolah yang melakukan tindak kekerasan terhadap peserta didik baru. Dirinya juga akan memberikan sanksi kepada Kepala Sekolah, jika tidak bisa menangani kasus tersebut secara benar, maka sanksinya adalah dengan diturunkan menjadi guru.

“Kalau memang ternyata ada (perpeloncoan) dan kepala sekolah tidak bisa mengatasi, maka dia yang harus bertanggung jawab. Mungkin akan dijadikan guru lagi, diturunkan dari jabatan kepala sekolah. Insya Allah nanti saya akan melakukan sidak ke sekolah-sekolah lainnya,” ujarnya.

Peninjauan itu juga dimaksudkan untuk memastikan tidak adanya perpeloncoan di lingkungan sekolah. Tak lupa, Syafrudin pun mengimbau kepada pihak sekolah untuk tidak melakukan hal tersebut di lingkungan pendidikan.

“Alhamdulillah tidak ada kasus perpeloncoan di sekolah ini. Saya juga mengimbau kepada sekolah yang ada di Kota Serang, baik tingkat SD maupun SMP yang melaksanakan MPLS, laksanakanlah dengan baik sesuai dengan aturan. Kemudian, saya juga berharap tidak ada lagi kasus kekerasan di sekolah, khususnya Kota Serang,” katanya.

SMP Negeri 1 menjadi pilihannya, karena sekolah tersebut masih dianggap menjadi favorit di Kota Serang. Sehingga banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya di sekolah itu. Oleh karenanya, ia melakukan peninjauan sekaligus inspeksi mendadak (sidak). Syafrudin juga berencana untuk mengunjungi sekolah lainnya, yang juga melaksanakan MPLS.

“Karena saya melihat sekolah SMP ini favorit, maka saya datang ke sekolah ini, dan memastikan tidak ada tindak kekerasan, baik dari guru ataupun kakak kelasnya. Saya juga menanyakan kepada peserta didik baru dan kepala sekolah terkait perpeloncoan itu,” ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri. (dbs)