Kanwil Kemenag Kepri Selenggarakan Pembinaan Pegawai

Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA (tengah) bersama Sekjen Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. H. Muhammad Nur Kholis Setiawan, MA, dan Kakan Kemenag Batam, H. Zulkarnain Umar saat meninjau pembangunan MAN IC Batam. (istimewa)

Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA (tengah) bersama Sekjen Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. H. Muhammad Nur Kholis Setiawan, MA, dan Kakan Kemenag Batam, H. Zulkarnain Umar saat meninjau pembangunan MAN IC Batam. (istimewa)

  • Turut Dihadiri Sekjen Kemenag RI

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Kepri menggelar kegiatan Pembinaan Pegawai di Lingkungan Kanwil Kemenag Kepri, pada Sabtu (20/7/2019). Acara yang dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. Phil. H. Muhammad Nur Kholis Setiawan, MA, itu, diikuti oleh seluruh pejabat eselon III dan IV di lingkungan Kanwil Kemenag Kepri, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurahman, Kepala Kemenag se-Provinsi Kepri, Kepala KUA, Kepala Madrasah, pengawas, dan penyuluh agama.

Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Sekjen Kemenag RI yang telah hadir dan memberikan pembinaan pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Kepri.

Dikatakannya, program pembinaan pegawai itu sudah direncanakan jauh-jauh hari. Dan yang hadir pada saat ini, lanjut Kakanwil, merupakan perwakilan-perwakilan yang berkenaan dengan administrasi.

Dalam kesempatan itu, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA, mengatakan, kondisi ASN di 7 kabupaten/kota masih 60% dan ini dinilai masih sangat minim.

“Mohon Pak Sekjen memberikan dukungan dan penambahan ASN Kemenag di Kepri,” harap Kakanwil.

Dikatakannya, meski ASN minim, Kanwil Kemenag Kepri pernah menjadi duta akrual tingkat nasional dengan meraih Juara 1 Nasional,” ungkapnya lagi.

“Belum lagi prestasi-prestasi yang lain seperti pengelola BMN dan lain-lain,” tambahnya.

Lalu, Kakanwil juga mengatakan, jumlah madrasah di Kepri juga dinilai masih minim. “Padahal, minat masyarakat menyekolahkan anak-anak mereka ke madrasah saat ini sangat tinggi. Diketahui, Madrasah Ibtidaiyah sampai Aliyah di Kepri hanya 30 buah,” terangnya lagi.

Dan Kakanwil juga mengatakan jika layanan embarkasi haji Batam sekarang ini juga terus mengalami peningkatan.

Dalam kesempatan itu, Sekjen Kemenag RI, menyampaikan, ada 6 sasaran strategis Kementerian Agama tahun 2019 ini, diantaranya, meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tata kelola pembangunan bidang agama.

“Saya ingin mengajak kita untuk membangun komitmen bersama dalam peningkatan kualitas kehidupan beragama,” tutur Nur Kholis Setiawan.

“Yang dimaksud dengan peningkatan kualitas umat beragama, adalah kita harus bisa menggaransi bahwa semakin agamais nya seseorang, kehidupan beragama semakin arif,” ucap Nur Kholis.

“Indikatornya, makin agamais seseorang atau makin agamais sebuah komunitas, maka komunitas tersebut makin arif dan semakin baik, dan makin toleran sekaligus mampu menjadi suhu bagi tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya lagi.

Kualitas kehidupan keagamaan, lanjutnya, sangat ditentukan oleh paham keagamaan.

“Kalau sudah bicara paham keagamaan kita menemukan salah satu dari 3 hal, pertama, adalah salah paham, yang kedua gagal paham, serta ketiga, pahamnya yang salah,” jelas Nur Kholis.

“Pertanyaan saya, mampukah kita tabayun memberikan klarifikasi berkenaan dengan yang salah paham? Selanjutnya, yang lebih rumit lagi adalah gagal paham dijelaskan sekali tak mengerti, dijelaskan dua kali tak peduli, dijelaskan ketiga kalinya juga tidak mengerti. Untuk itu, perlu pendekatan edukatif dan persuasif,” terang Nur Kholis.

“Tugas yang lebih berat menurut saya adalah yang ketiga, ketika ada paham yang salah. Karena pertanyaanya, siapa yang memiliki otoritas untuk menentukan paham itu salah atau benar,” tuturnya menambahkan.

“Menyikapi hal ini, minimal ada lima nilai indikator yang harus ada, pertama, keterbukaan, kedua, ilmu itu mengenal batas, ketiga, mengembangkan intelektualitas, keempat, aspek moralitas, dan yang kelima, memiliki dimensi kemanusiaan,” jelas Nur Kholis.

Usai memberikan pembinaan, Sekjen Kemenag RI didampingi Kakanwil Kemenag Kepri memberikan apresiasi kepada siswa/siswi berprestasi yang masuk 3 besar nilai terbaik UN, UAMBN, UAMBD dan USBN tingkat MI, MTs dan MA se Provinsi Kepri.

Lalu, dilanjutkan dengan menyerahkan piagam kepada Kepala Kemenag Kota Batam dan Kepala Kemenag Kabupaten Lingga atas prestasi MAN Batam dalam meraih perunggu mata pelajaran geografi OSN di Manado Sulawesi Utara serta prestasi MTs Aqidatunnajin Kabupaten Lingga dalam meraih perunggu mata pelajaran IPS OSN di Yogyakarta.

Kemudian Sekjen Kemenag RI didampingi Kakanwil Kemenag Kepri serta pejabat eselon III meninjau pembangunan gedung MAN IC Batam dari anggaran SBSN tahun anggaran 2018 dan tahun anggaran 2019. (fhy/r)

(Visited 96 times, 1 visits today)