Banyak Mafia Bermain di Laut Indonesia *Susi: Saya akan Tenggelamkan

Menteri DKP, Susi Pudjiastuti saat meninjau langsung KIA yang diamankan di pangkalan PSDK Batam, Jembatan II. DOK HALUAN KEPRI

BARELANG (HK) — Menteri Kelautan dan Perikanan (DKP), Susi Pudjiastuti mengatakan masih banyak mafia yang bermain di laut Indonesia, hal tersebut menurutnya terbukti dengan banyaknya tangkapan Kapal Ikan Asing (KIA). Karenanya ia berjanji akan terus memberikan efek jera dengan melakukan penenggelaman.

“Banyak mafia yang bermain di laut Indonesia, saya akan terus tenggelamkan,” ungkap Susi saat hadir di Jembatan Dua Barelang, Batam, baru-baru ini.

Ia mencontohkan keberadaan pangkalan PSDKP Batam, tepatnya di jembatan 2 Barelang. Dimana banyak kapal yang merupakan hasil tangkapan ilegal fishing oleh pihak satgas PSDKP bersama Polisi dan TNI yang berjaga-jaga di perairan Kepri sekitarnya.

Saat itu pun, Susi memperlihatkan ada puluhan kapal asing yang berhasil ditangkapnya ke pihak- pihak terkait, khususnya Kapolda Lampung dan Kapolda Jambi, saat meninjau kapal NIKA Panama yang ditangkap saat buronan Interpol, pada minggu lalu.

“Ini lah contohnya bahwa perairan Indonesia pada umumnya Kepri, masih banyak tangkapan kapal ikan asing saat mencuri ikan di perairan kita,” katanya saat itu.

Meski demikian, Susi pun tak hilang akal untuk memerangi para mafia yang bermain di laut Indonesia. Susi pun menegaskan, tak akan setop untuk menenggelamkan kapal ikan asing yang masuk ke perairan Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Susi mengajak semua pemangku kebijakan dan masyarakat mendukung setiap kebijakan yang dia keluarkan untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

“Dengan selemah-lemah kemampuan, saya sudah berbuat sekuat tenaga untuk melawan mafia perikanan,” katanya.

Selain masih banyaknya mafia yang bermain di perairan Indonesia khususnya Kepri, Susi pun menduga jika masih ada oknum-oknum tertentu yang bermain untuk melancarkan usahanya.

“Saya menduga masih ada oknum-oknum tertentu yang bermain di laut. Tapi hal itu saya perangi terus menerus,” tegasnya saat rilis penggagalan penyeludupan benih lobster di pangkalan PSDKP Batam, Senin (15/7) lalu.

Ditempat yang sama, Kepala Satker PSDKP Batam, Slamet melalui Syamsu, Kasi Penindakan mengakui jika banyaknya kapal ikan asing tersebut hasil tangkapan sejak tahun 2018 hingga 2019 ini.

“Ini hasil tangkapan sejak tahun 2018 hingga 2019 ini. Kapal ini juga kebanyakan hasil tangkapan dari wilayah perairan Natuna dan sekitarnya yang merupakan illegal fishing,” katanya Syamsu dengan singkat. (ded)