Keuangan Syariah Harus Terus Dikembangkan

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady, Walikota Batam, Muhammad Rudi dan kepala BI kantor Kepri, Fadjar Majardi memukul kompang pertanda dibukanya acara Syahfest 2019 yang digelar oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Sabtu (20/7). Damri/Haluan Kepri

BATAM (HK) – Indonesia sebagai negara yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia berimplikasi terhadap potensi konsumsi makanan halal yang sangat besar. Namun, saat ini Indonesia masih menjadi pasar bagi produk halal luar negeri.

Oleh karena itu, ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia harus terus dikembangkan dan dijadikan peluang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia dan salah satunya Provinsi Kepri.

Hal itu diucapkan oleh kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Fadjar Majardi dalam sambutannya pada pembukaan event Kepri Syariah dan Halal Festival (Syahfest) 2019 yang digelar oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, di lapangan Engku Putri Batam Centre, Sabtu (20/7).

Lanjutnya, Bank Indonesia yang memiliki tugas menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, juga memandang bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah merupakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia.

Visinya adalah menjadi pusat ekonomi syariah terkemuka dunia yang ditopang oleh tiga pilar utama dalam pencapaiannya, yaitu pertama, Pemberdayaan ekonomi syariah melalui penguatan halal value chain.

Kedua, pendalaman pasar keuangan syariah melalui pengembangan instrumen keuangan syariah dan infrastruktur keuangan. Ketiga, penguatan riset dan edukasi ekonomi syariah.

“Pengembangan berdasarkan pilar-pilar tersebut dilaksanakan dipusat dan di daerah, yang salah satu kegiatannya adalah kampanye ekonomi keuangan syariah secara komprehensif melalui festival,” ujar Fadjar.

Dikatakannya, kegiatan festival yang diadakannya itu merupakan rangkaian kegiatan festival ekonomi syariah yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Dimana Diawali dari kegiatan festival di tingkat provinsi, kemudian di tingkat wilayah. Untuk wilayah Sumatera akan dilaksanakan di Palembang pada 3-5 Agustus mendatang.

Dan akan berujung di Indonesia Syariah Economic Festival pada akhir tahun yang rencananya akan dilaksanakan di Jakarta.

Khusus untuk di Provinsi Kepri, semenjak tahun 2017 lalu, Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepri telah rutin mengadakan kegiatan Road To Fesyar, yaitu Festival Ekonomi Syariah.

“Pada tahun ini temanya adalah penguatan ekonomi syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri,” ungkapnya.

Dijelaskannya, kegiatan itu merupakan event ekonomi dan keuangan syariah yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan berbagai segmen masyarakat terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Kepri.

Sebagaimana Iayaknya sebuah festival, terdapat banyak kegiatan yang dilaksanakan di Syahfest 2019, antara lain, Exhibition Halal Bazaar, Needs Matching Sharia Economic Forum, perlombaan, dan Special Event

Exhibition Halal Bazaar merupakan pameran gelaran produk dan jasa halal berbagai komodltas seperti food, fashion tourism dan integrated farming, serta produk industri jasa keuangan.

Needs Matching merupakan upaya mempertemukan beragam kepentingan bisnis bisnis (Bussiness Matching. antara pelaku UMKM dengan calon pembeli) serta kegiatan amal di era digital Pada kesempatan tersebut dllaksanakan pertemuan antara 27 Wirausaha Binaan Bank Indonesia (WUBI) dengan 12 potensial buyers dan Johor dan Singapura yang bersmergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Singapura.

Selain itu, akan dilakukan needs matching dengan pemberi sedekah dengan masjid yang memerlukan donasi melalui launching QR Amal, yaltu QR code untuk mempermudah sedekah secara digital.

Melalui QR Amal itu masyarakat dapat menyampaikan donasi kepada Masjid yang telah bekerjasama melalui ponsel pintar.

“Rangkaian kegiatan Syahfest 2019 ini diharapkan dapat menjadi aset bersama seluruh stakeholders dan menjadi momen untuk bersinergi seluruh pihak dalam memajukan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah,” jelasnya.

Sementara itu Walikota Batam, Muhammad Rudi dakam sambutannya mengatakan produk halal bisa untuk semua orang tapi kalau produk yang tidak halal maka tidak bisa untuk yang beragama muslim.

Kalau pendapatan daerah Batam di halalkan semuanya, bagaiaman caranya, tolong dikasih masukan kami, apa sistemnya, supaya apa yang dibelanjakan akan jadi halal. Karena ada juga yang jadi hak pemerintah ada juga yang tidak dibayar.
sistemnya yang perlu dibantu oleh Bank saat ini.

Suatu contoh, aturan dari pusat bahwa masyarakat ada hal yang harus dibayarnya kepada pemerintah, yaitu distribusi sampah, tapi kalau tidak dibayar oleh masyarakat maka itu akan tergolong haram.

“Oleh karena itu saya mengajak masyarakat Batam semuanya agar membayar kewajiban-kewajibanya yang telah ditetapkan agar pembagunan kota Batam bisa berjalan dengan cepat,” tutur Rudi.

Kegiatan Syahfest 2019 itu juga disemarakkan oleh berbagai perlombaan, yaitu entrepreneur muda syariah, story-telling kisah nabi dan nasyid. Pemenang dari ketiga Iomba tersebut akan menJadi perwakilan Kepri untuk bertanding di festival ekonomi syariah wilayah Sumatera.

Berbagai Special Event. yaitu tabligh akbar bersama AA Gym, Jalan Sehat Batam Bersarung dan Special Performance Grup DEBU.

Serangkaian kegiatan itu diselenggarakan di Dataran Engku Putri Batam Centre dan sekitarnya dengan pertimbangan dari pelaksana bahwa lokasi tersebut sangat strategis, mudah dijangkau masyarakat serta sangat mudah dan sangat berpotensi untuk dijadikan ikon pariwisata, khususnya untuk kegiatan Meeting Incennves converencing exhibition (MICE) dan konser. (cw64)

(Visited 15 times, 1 visits today)