TNI AL Tangkap Dua KIA Vietnam *Satu Kapal Terbakar

SERAHKAN BERKAS- Komandan KRI Bung Tomo-357, Kolonel Laut (P) Amrin Rosihan Hendrotomo (kiri) menyerahkan berkas, barang bukti, Nakhoda dan ABK KIA hasil tangkapannya kepada Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan di atas KRI Bung Tomo 357.

NATUNA (HK)- Tindakan tegas aparata untuk menumpas maraknya pencurian ikan, sepertinya tidak membuat kapok para pelaku illegal fishing. Penjarahan ikan masih saja kerap terjadi, khususnya di laut Natuna.

Buktinya, TNI Angkatan Laut Natuna kembali menangkap dua Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam, saat melakukan pencurian ikan di laut Natuna utara, Selasa 16 Juli 2019.

KIA Vietnam tersebut, terciduk KRI Bung Tomo-357 di sebelah barat Pulau Laut, pada posisi 06 19 40 U-107 01 20 T, sekitar pukul 12.20 WIB.

Kemudian langsung dilakukan pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid) terhadap 2 unit KIA BV 9379 TS dan BV 99778 TS.

Komandan KRI Bung Tomo-357, Kolonel Laut (P) Amrin Rosihan Hendrotomo, mengatakan, saat menggiring kedua kapal menuju Pangkalan TNI AL Ranai, KIA BV 9379 TS terbakar dan tenggelam. Pihaknya melakukan evakuasi terhadap 7 orang personil kawal dan 2 orang ABK.

Sementara itu, KIA Vietnam BV 99778 TS, juga mengalami trouble engine (blackout). Sehingga untuk dibawa ke Pangkalan TNI AL Ranai, harus dengan cara ditarik/ditunda (towing).

Berkas perkara dan barang bukti KIA Vietnam (BV 99778 TS), diterima langsung oleh Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, di Selat Lampa, Kamis 18 Juli 2019.

Harry Setyawan mengatakan, KRI Bung Tomo-357 telah melaksanakan prosedur penangkapan secara benar. Saat ditangkap dan diperiksa, kedua KIA Vietnam berada di perairan Landas Kontinental Indonesia, bukan di wilayah Grey Area. Begitu juga dengan prosedur pengawalan ke pangakalan TNI AL terdekat, sudah sesuai prosedur.

Penangkapan Kapal Vietnam menunjukkan ketegasan dan sikap aparat TNI AL tidak ragu-ragu. Dalam hal ini Komando Armada I, penegakan kedaulatan dan penegakan hukum di laut, khususnya di laut Natuna.(fat)

(Visited 23 times, 1 visits today)