by

Daya Beli Hewan Kurban Turun

SEI TEMIANG (HK) — Sejumlah pedagang hewan kurban di Sei Temiang, Sekupang mengeluhkan penurunan omzet hingga 30 persen pada musim Idul Adha 1440 hijriah/2019. Hal tersebut dipicu daya beli masyarakat yang menurun.

“Kalau dulu sudah sekitar 50-60 persen stok sapi saya sudah terjual di 2 pekan jelang Idul Adha,” ucap Habib Syaifuddin, seorang pedagang sapi di komplek pedagang sapi Sei Temiang, Senin (22/7) siang.

Ia juga menjelaskan, bahwa sampai saat ini jumlah sapi yang terjual baru sedikit, dan jenis sapi diantaranya Bali, Metal dan Limosin. Namun ia berharap ada perubahan yang drastis, seperti pada tahun lalu mampu menjual puluhan ekor sapi hingga H-5 dan H-7 Idul Adha.

Dikatakannya, hal ini tidak hanya terjadi untuk hewan sapi saja, namun juga untuk kambing. “Mau kambing atau sapi sama saja. Mungkin karena faktor ekonomi yang sedang lesu,” ucapnya.

Padahal menurutnya, saat ini tidak terjadi kenaikan harga dari hewan kurban tersebut. Kemudian saat ditanya mengenai pengecekan kesehatan sapi, Habib pun mengatakan, jika sebelum sapi ini datang langsung dicek disana, lalu dicek lagi di Batam.

Dia mencontohkan untuk satu ekor sapi dijual dari harga Rp15 juta hingga Rp70 juta tergantung pada ukuran dan berat sapi tersebut. Sedangkan untuk kambing dijual dengan harga Rp1 juta hingga Rp3 juta per ekor.

Ditambahkan, bahwa dia sendiri sengaja mendatangkan hewan kurban tersebut dari daerah Jambi, Lampung dan Palembang. Namun dengan lesunya daya beli masyarakat tersebut, dia pun terpaksa tak menyetok banyak hewan.

Hal senada juga disampaikan Iwan, pedagang hewan kurban di lokasi yang sama. Dikatakan dia bahwa daya beli masyarakat untuk tahun ini sangat jauh menurun.

Dia mencontohkan bahwa pada tahun lalu satu pekan menjelang Idul Adha dia mampu menjual hingga 100 ekor sapi. Jumlah tersebut terus bertambah hingga H-1.

Kendati demikian, dia hanya bisa pasrah terhadap kondisi tersebut. Menurutnya daya beli masyarakat saat ini memang lemah akibat kondisi ekonomi yang terus menurun.

“Mau bagaimana lagi. Ekonomi masyarakat memang menurun,” pungkasnya. (ded)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed