by

Kejari Selamatkan Uang Negara Rp1,1 M

BATAM (HK) – Dari rentang waktu Oktober 2018 hingga akhir Juli 2019, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam berhasil menyelamatkan uang negara hingga Rp1,1 miliar atau tepatnya Rp1.176.360.000 yang berasal dari tiga kasus yang ditangani.

Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, Dedie Tri Haryadi didampingi Kasi Pidsus, Kasi Pidum, Kasi Datun, Kasi Barang Bukti dan Rampasan kepada awak media, Senin (22/7) siang.

“Dari Oktober lalu hingga saat ini, Kejari Batam telah mengembalikan ke kas negara Rp1,1 miliar, dari berbagai kasus yang ditangani,” ungkap Dedie di ruang kerja Kasi Intel Kejari Batam.

Secara rinci disampaikan Kajari, pada tahun 2018 lalu menyelamatkan uang negara sebesar Rp676.360.000 juta, dari dua kasus yang ditangani. Pertama dari dari perkara tindak pidana korupsi terpidana Abdul Somad sebesar Rp 426.360.00 juta.

Kemudian dari perkara tindak pidana khusus lainnya sebesar Rp 250.000 .000 juta, dari terpidana Nopa Faisal, Yanurneciwan Zendratno dan Mika Suratmi. “Totalnya Rp676 juta di tahun 2018 lalu,” jelasnya.

Selanjutnya, pada 26 Juni 2019 dari terpidana Tober kasus Mikol, telah membayar denda Rp500 juta kepada negara.

“Selamat periode satu tahun total uang yang disetorkan ke kas negara Rp.1.176.360.000,” ungkapnya.

Selain penyelematan uang negara, lanjut Dedie, pihaknya juga telah menjatuhkan vonis terhadap sejumlah kasus narkoba dan dilakukan pemusnahan terhadap sejumlah barang bukti.

Selain itu, 30 Oktober 2018 lalu Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batam telah menuntut perkara An. CHEN CHUN NAN Dkk dalam perkara Narkotika jenis sabu di Perairan Selat Philip yang masih termasuk dalam wilayah Perairan Batam sebanyak 1.037.581,871,037 ton dengan Hukuman Mati.

Terakhir, pada Tanggal 25 Juni 2019 telah dilakukan penangkapan DPO atas nama AKBP Mindo Tampubolon (Mantan Kasubdit Reskrimsus Polda Kepri) setelah enam tahun menjadi DPO. (ays)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed