by

Terkait Gratifikasi dan Perizinan, KPK Geledah 5 Lokasi

TANJUNGPINANG (HK) – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di lima lokasi di Provinsi Kepri, Selasa (23/7).

Penggeledahan tersebut merupakan pengembangan dari hasil pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim KPK kepada Gubernur Kepri non aktif Nurdin Basirun dan lainnya, terkait dengan dugaan gratifikasi dan perizinan.

Selain kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri di Tanjungpinang, rumah pribadi Gubernur non aktif Nurdin Basirun di Kabupaten Karimun, Tim Penyidik KPK juga menggeledah dua kantor dinas di lingkungan Pemprov Kepri yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Dinas Energi (DLHK) dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Dompak, Tanjungpinang,

Padahal sebelumnya kedua kantor tersebut tidak termasuk dalam daftar kantor yang akan digeledah.

Untuk di Kota Batam, KPK menggeledah rumah pihak swasta, atas nama Kock Meng. Kedua, rumah pejabat Protokol Gubernur Kepri.

Sedangkan di Kota Tanjungpinang, KPK menggeledah Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kepri dan Rumah Pribadi tersangka BUH (Budi Hartono), Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kepri.

Pantauan di lapangan, lebih dari 5 orang tim memakai rompi KPK masuk ke dalam kantor tersebut. Dan dikawal oleh personil Polres Tanjungpinang dengan senjata laras panjang di pintu masuk ke dua kantor tersebut.

Saat di Pusat perkantoran Pemprov Kepri, Dompak, tim anti rasuah ini melakukan penggeledahan di ruang kerja Kepala Dinas ESDM serta beberapa ruangan lainnya. Selain itu, di ruang kerja Kepala DLHK dan ruangan lainnya.

Salah satu pegawai DLHK Kepri yang enggan menyebutkan namanya menyebutkan saat ini penyidik KPK tengah memeriksa ruang kepala dinas.

“Iya ruang kepala dinas yang diperiksa,” ujarnya.

Kedatangan komisi anti rasuah saat itu terlihat tak mengganggu aktivitas di ruangan dinas yang dikepalai Nilwan itu.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah membenarkan adanya penggeledehan yang dilakukan oleh tim di Kepri.

Dari sejumlah lokasi tersebut, kata Febri, KPK mengamankan dokumen-dokumen terkait perizinan.

“Penggeledahan masih berlangsung, kami harap pihak-pihak di lokasi, dapat bersikap kooperatif agar proses hukum ini berjalan dengan baik,” pintanya.

Ia menegaskan, penggeledahan ini dilakukan, sebagai bagian dari proses penyidikan dugaan suap, terkait perizinan dan dugaan gratifikasi yang diterima oleh Gubernur Kepri.

“Nanti perkembangan kondisi di lokasi akan kami sampaikan lagi,” imbuhnya.

Febri merincikan, KPK melakukan penggeledahan di 5 lokasi di tiga kabupaten kota yang berada di Kepri. (eza)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed