by

3 Pejabat Pemprov dan 3 Pengusaha Batam Diperiksa KPK

BATAM (HK) – Setidaknya ada tiga pejabat dari Pemerintah Provinsi Kepri dan tiga pengusaha Batam telah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (24/07) pagi, sejak pukul 9.30 WIB hingga Pukul 17.00 WIB, di Lantai 3 Mapolresta Barelang.

Pemeriksaan tersebut telah dilakukan kepada Kabiro Hukum Pemprov Kepri, Heri Mokhrizal, Kadis Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat, Abu Bakar, Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Jamhur Ismail beserta tiga orang pengusaha di Batam.

Pemanggilan para pejabat Pemprov Kepri dan para pihak pengusaha tersebut, diduga terkait masalah kasus suap, maupun gratifikasi yang menyeret Gubernur Kepri non aktif, HM Nurdin Basirun ke balik jeruji KPK, hingga selama 20 hari kedepan, untuk pemeriksaan semua saksi

Sehingga, tak tertutup kemungkinan tersangka korupsi itu akan bertambah sebagaimana dari hasil pemeriksaan di KPK terhadap para saksi tersebut, hingga Jumat (26/07) mendatang.

Setelah di periksa KPK selama 8 jam, Kepala Biro Hukum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Heri Mokhrizal mengatakan, pihaknya dimintai keterangan oleh tim KPK itu tentang izin reklamasi yang diterbitkan sepanjang Tahun 2019.

“Saya belum pernah mencatat izin reklamasi yang telah diterbitkan sepanjang tahun 2019 ini,” kata Heri Mokhrizal, di Polresta Barelang, Rabu (24/07) sore.

Namun jika menyangkut atas izin prinsip, Heri menyebutkan izin itu juga tidak ada padanya, melainkan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.

“Kalau izin prinsip juga tidak ada di saya,” ucap Kepala Biro Hukum Pemprov Kepri ini, singkat.

Heri Mokhrizal yang juga dimintai keterangan oleh KPK mengatakan, selain Kadis, juga ada beberapa pegawai pemprov Kepri yang akan diperiksa, terkait OTT kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun non aktif tersebut.

“Kalau Kadis ada 6-7 orang, sisanya itu Kabid, Kasi, Staf dan sopir, juga turut di periksa KPK hari Kamis dan Jumat,” ujar Heri.

Heri menyebutkan total pejabat dan pegawai Pemprov Kepri yang dimintai keterangan ada 14 orang. Untuk proses pemeriksaan ini kata Heri, sebagai prosedur resmi saja.

“Pemeriksaan ini dengan prosedur resmi, dan normatif saja. Sehingga semua keterangan itu diberikan sebagaimana mestinya,” tukas Heri.

Selain Heri Mokhrizal, juga ada Kepala Dinas Perhubungan Kepri Jamhur Ismail dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR), Abu Bakar yang dimintai keterangan oleh KPK, serta beberapa pegawai Pemprov Kepri lainnya.

Kadis Perhubungan Pemprov Kepri, Jamhur Ismail mengaku proses pemeriksaan masih berupa obrolan-obrolan ringan saja, terkait dengan tugas pokok masing masing Kadis dan pejabat terkait.

“Yang ditanyakan tadi sesuai tupoksi masing-masing dinas saja. Sehingga, semua berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Jamhur Ismail.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR) Kepri Abu Bakar, setelah diperiksa KPK tersebut, dia engga dan menolak memberi keterangan.

Bahkan ia mengaku tidak tahu siapa saja yang dipanggil KPK tersebut, karena menyangkut di banyak pihak dan instansi pemerintah daerah.

“Kemungkinan terhadap semua pejabat terkait dalam penerbitan perizinan mulai Kadis, Kabid hingga ajudan, yang dekat dengan si pejabat,” ungkapnya.

Berdasarkan pantuan HK, pemeriksaan saksi dilakukan oleh 10 orang anggota KPK. Satu diantaranya ialah seorang wanita bersama 9 orang pria lainnya dengan intensif dan paralel.

“Pemanggilan para pejabat Pemprov Kepri dan para pihak pengusaha tersebut, diduga terkait masalah kasus suap maupun gratifikasi dalam perizinan reklamasi dan labuh jangkar,” sebut seorang Akademisi yang turut menghadiri dari pemeriksaan Tim KPK tersebut.

Sementara itu, untuk pihak pengusaha Batam yang diperiksa oleh Lembaga anti Raswah tak bisa ditemui. Karena, belum keluar dari ruang pemeriksaan, yang bertempat dalam Ruangan Rupatama, Lantai 3 Mapolresta Barelang, dan dijaga dengan ketat oleh polisi.

Sedangkan untuk pemeriksaan terhadap saksi berikutnya dilakukan Kamis dan Jumat, besok ditempat yang sama dan jam yang sama.(vnr).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed