by

Raib Sebelum Direekspor #DPR Sidak Limbah Plastik B3

BATAM (HK) – Anggota Komisi III DPR-RI kaget saat melongok ke dalam kontainer yang berisi limbah sampah plastik mengandung Bahan Beracun dan Berbahaya (B3), yang ditahan pihak Bea Cukai, Selasa (23/07) pagi. Beberapa isinya banyak yang sudah raib sebelum direekspor ke negara asalnya.

Hal itu terungkap saat anggota Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pelabuhan Makobar, Batuampar, Selasa (23/7). Ikut mendampingi Desmond antara lain penyidik Polri, Bea Cukai, DLH, Polda Kepri, Kejati Kepri dan beberapa pejabat Pemprov Kepri lainya.

Padahal, sampah plastik bercampur limbah B3 itu akan direekspor ke negara asalnya, karena sudah dinyatakan tidak layak serta melanggar aturan import oleh Kementerian Perdagangan maupun pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Desmond J Mahesa mengatakan ketika memeriksa kontainer yang berisi limbah plastik mengandung B3 itu, ternyata isinya sudah banyak yang raib.

“Kontainer yang dibuka Bea Cukai itu milik PT Royal, yang disaksikan rombongan serta awak media massa. Ternyata, setelah dibuka isi dalam kontainer sudah banyak yang hilang,” kata Desmond di Pelabuhan Batuampar, Selasa (23/07) pagi.

Begitu juga terhadap ketiga kontainer lainnya milik PT Royal, juga terlihat pada bagian sudut kanan kontainer itu sudah kosong dan jauh berkurang.

“Aneh kok ada yang hilang. Padahal kontainer berisikan limbah plastik yang mengandung B3,” kata Desmond usai melihat kondisi kontainer tersebut.

Tidak hanya Desmond, Anggota DPR-RI lain yang ikut rombongan itu juga bereaksi. Desmond yang berada di bagian depan langsung meminta penyidik Polri untuk mengetahui hal tersebut.

“Penyidik Polri mana. Tolong perhatikan di sini, karena kok ada isi kontainer limbah plastik hilang. Padahal, akan segera direekspor ke negara asalnya,” ujar Desmond.

Kepala KPU Bea dan Cukai Batam Susila Brata, mengaku tidak tahu detail bagian kontainer sampah plastik B3 yang kosong.

“Nanti kita lihat. Sebab, saya ngak bisa hafal kondisi kontainer semuanya,” ujar Susila Brata, singkat.

Begitu juga pihak Kabid Penindakan DLH Kota Batam, Noviandra, mengaku akan membahas masalah tersebut lebih lanjut serta kenapa bisa ada yang hilang dan isi kontainer berkurang.
“Nanti ya, kita bicarakan dengan pak Kadis LH,” kata Noviandra, juga singkat.

Di dalam kunjungan Anggota Komisi III DPR RI yang didampingi Polda Kepri, Kejari Kepri dan BC Batam tersebut, tidak hanya satu kontainer yang satu sisinya kosong. Namun, dibeberapa kontainer lainnya juga terjadi hal yang sama.

Desmond mengatakan, kunjungannya ke Batam untuk meninjau langsung limbah plastik tersebut. Sebab DPR-RI ingin melihat langsung secara keseluruhan dalam penanganan kasus sampah plastik yang mengandung B3 tersebut dalam koordinasi Bea Cukai, Polri dan KLHK.

“Ini yang harus disoroti. Maka, nanti akan kami dibicarakan kondisi dalam koordinasi penegak hukum kita di pusat. Yang jelas ialah, ini sudah mengambarkan faktanya dilapangan,” katanya kepada awak media.

Selain kaget melihat kondisi sampah ada yang hilang, Anggota DPR-RI serta rombongan juga sempat meradang karena mereka mengetahui beberapa sampah yang ada di kontainer tidak secara menyeluruh untuk diuji. Apalagi, ketika pihak DLH Kota Batam tak mampu menjawab beberapa pertanyaan rombongan parlemen.

“Saya ini Mantan Direktur Walhi. Seharusnya, seluruh sampah plastik ini secara detail, DLH Batam harus paham kemana perginya, serta untuk apa,” ungkap Desmond di depan Kabid Penindakan DLH Kota Batam.

Lebih lanjut Anggota DPR RI ini menegaskan, pihaknya akan memangil pihak Kementerian Lingkungan Hidup, untuk bisa membicarakan persoalan hilangnya limbah B3 tersebut.

“Jangan dibilang sampah saja dan saya tau ini sampah. Namun bagaimana proses setelah ini serta bahayanya kesehatan seperti apa,” ucap Dasmond, dengan serius.

Sebagaimana telah diketahui sebelumnya, dari 65 kontainer sampah plastik yang diimport ke Batam ternyata sudah ditemukan sebanyak 49 kontainer yang bermasalah atau mengandung limbah B3. Sehingga harus segera direekspor.

“Ironisnya, sebelum dikembalikan (direekspor) ke negara asalnya, kami temukan suatu fakta yang mengejutkan. Yaitu, adanya isi kontainer limbah plastik B3 yang sudah hilang, maupun berkurang,” tandas Anggota Komisi III DPR RI.

Sebelum mengunjungi Pelabuhan Batuampar rombongan anggota parlemen pusat tersebut di sambut Kapolda Kepri, di Gedung Lancang Nongsa, dengan mempersembahkan kegiatan seremonial dan Tarian Persembahan Melayu.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto menerangkan, kedatangan Anggota Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa MH beserta rombongan dalam rangka membahas tentang Kontainer yang terdapat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

“Saat ini Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sudah melaksanakan penyidikan, yang sesuai dengan lingkup kewenangan Undang-Undang yang diberikan. Kemudian, mengkordinasikan nya dengan kepolisian. Sehingganya, dari hasil asistensi pelabuhan dan proses laboratorium untuk penanganannya, masih dalam kategori pelanggaran. Makanya, sebagai langkah serta penindakan sampah plastik yang mengandung limbah B3, harus segera direekspor ke negara asalnya,” kata Irjen Pol Andap. (vnr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed