by

KSOP Karimun Kampanye Keselamatan Pelayaran

KARIMUN (HK)-Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun melaksanakan kampanye keselamatan pelayaran dan pemasangan Automatic Identification System (AIS) bagi operator kapal cepat, baik itu yang melayani rute Tanjungbalai Karimun ke Batam, Selatpanjang hingga ke Buton sampai operator kapal pelra dan boat pancung.

Sosialisasi itu yang dilaksanakan di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun itu diikuti ratusan operator kapal, kelompok nelayan serta stakeholder terkait yang ada di Tanjungbalai Karimun. Selain sosialisasi, dalam kesempatan itu juga diserahkan 300 life jacket kepada nelayan. Sebanyak 200 unit dari KPLP dan 100 unit dari KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun.

Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Junaidi mengatakan, sosialisasi kampanye keselamatan pelayaran dan pemasangan AIS tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para operator kapal, khususnya kapal pelayaran rakyat, boat pancung dan juga kapal antar pulau yang di Pelabuhan KPK.

Kata Junaidi, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan no 07 tahun 2019 tentang pemasangan dan pengaktifan AIS, maka mulai 20 September seluruh kapal dengan bobot 35 GT keatas untuk kapal penumpang dan jenis lain serta kapal dengan bobot 60 GT untuk kapal nelayan wajib memasang dan mengaktifkan AIS.

“Alat AIS ini fungsinya untuk memonitor posisi kapal. Ketika alat tersebut sudah dipasang di kapal, maka keberadaan kapal bisa langsung dideteksi. Misalkan ketika kapal mengalami kecelakaan di laut, maka dengan mudah akan diketahui keberadannya dan segera dilakukan pertolongan SAR,” jelas Junaidi.

Junaidi menyebut, selama AIS dinyalakan meski dalam keadaan cuaca buruk sekalipun, maka keberadaan kapal tetap bisa dideteksi. Bagi kapal yang tidak dilengkapi AIS atau memiliki AIS namun tidak mengaktifkannya, maka akan dikenakan sanksi administratif berupa kapal tidak diberikan pelayanan atau ditunda keberangkatannya. Nakhoda juga dicabut izin berlayarnya.

Sementara, Kasubdit Sarana dan Prasarana KPLP, Ditjen Hubla, F Zulistian menambahkan, kewajiban pesangan AIS bagi kapal penumpang 35 GT keatas dan kapal ikan 60 GT keatas merupakan regulasi baru dari Kementerian Perhubungan. Menurut dia, setiap ada aturan baru harus disosialisasikan kepada seluruh stakeholder terkait.

“Sebelum regulasi ini diundangkan, maka wajib uji publik dulu oleh seluruh UPT. Salah satunya, KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun melakukan sosialisasi keselamatan pelayaran dan pemasangan AIS ini. Tadi kita dengar bersama, INSA menyebut mereka sudah membeli alat tersebut,” katanya.

Ketua Indonesian National Shipowner Association (INSA) Cabang Karimun, Bustami Datuk Rajo Marah menyambut baik sosialisasi keselamatan pelayaran dan pemasangan AIS. Sebab, dengan adanya sosialisasi seperti ini, maka semua operator kapal jadi lebih mengetahui akan pentingnya keselamatan pelayara di laut.

Bustami menyebut, di Karimun pernah terjadi musibah kecelakaan kapal pernah terjadi di sekitar perairan Takong Hiu, pada 22 November 2009 silam. Kapal Dumai Express 10 yang berlayar dari Sekupang, Batam tujuan Dumai tenggelam di perairan itu. Musibah itu menewaskan ratusan penumpang. Dia tak mau kejadian serupa terulang lagi di Karimun.(ham)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed