by

Lansia Berebut Ingin Diperiksa Dokter Cantik

BINTAN (HK) – Acara bakti sosial pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis yang ditaja jajaran TNI AU di Gedung LAM Bintan, Kamis (25/7) pagi, disambut antusias warga di sekitar kawasan Kijang.

Bahkan, calon pasien yang sebagian besar para lansia itu berebut ingin memeriksakan kesehatan yang digelar cuma-cuma. Dokter-dokter yang melayani dengan keramahan dan berparas camtik pun kerepotan melayani para pasien yang membludak.

Macam-macam pelayanan kesehatan yang diberikan, mulai dari pemeriksaan gigi, pemeriksaan laboratorium, pelayanan KB, pelayanan kesehatan jiwa, pemeriksaan IVA hingga khitanan massal.

Seusai menerima manfaat pelayanan kesehatan gratis, para lansia pulang tidak dengan tangan kosong. Acara sempena peringatan ke-72 Hari Bakti TNI AU juga memberikan paket sembako kepada para lansia yang selesai diperiksa kesehatannya.

“Kami berterima kasih tentunya kepada tentara yang membuat acara seperti ini. Karena kami yang sudah renta ini, memang harus rutin memeriksakan kesehatan, apalagi kalau gratis begini,” ucap Tugino (65) sembari didampingi keluarganya keluar dari gedung LAM dan membawa sekantong paket sembako.

Ia pun berharap, instansi lainnya mesti rajin menggelar kegiatan sosial seperti ini. Meskipun memeriksakan kesehatan juga gratis bila datang ke puskesmas maupun RSUD Bintan.

“Tapi kan antrenya luar biasa. Kalau kayak gini kan cepat, jadi kami para orang tua tak perlu terlalu lama menunggu,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan Lanud RHF Tanjungpinang, Kolonel Pnb Elister Silaen juga senang melihat antusias warga dalam acara yang digagas jajarannya. Meskipun digelar seharian, ia memastikan seluruh pasien akan terlayani.

“Ya targetnya 400 hingga 500 pasien, tapi kalau memang lebih tetap kita layani sampai selesai,” ucapnya.

Ia pun menceritakan sedikit sejarah hari bakti TNI AU. Pada 29 Juli 1947, pesawat Dakota VT-CLA yang membawa obat-obatan sumbangan Palang Merah Malaya kepada Palang Merah Indonesia, ditembak jatuh oleh dua pesawat pemburu Belanda P-40 Kitty Hawk saat hendak mendarat di lapangan terbang Maguwo.

Dari peristiwa jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA itu, tokoh-tokoh AURI berguguran.

Seluruh krew pesawat dan penumpang gugur dalam peristiwa itu, termasuk tokoh-tokoh AURI seperti Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, Komodor Muda Udara A. Adisutjipto, Opsir Muda Udara Adi Soemarmo Wirjokusumo, Zainal Arifin.

Pengorbanan tokoh-tokoh pejuang itu merupakan bukti dan bhakti pengabdian yang dapat diberikan TNI Angkatan Udara kepada bangsa dan negara.

“Oleh karenanya kita implementasikan sejarah itu dalam bentuk kegiatan bakti sosial kepada masyarakat,” tuturnya. (oxy)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed