Irwil III Itjen Kemenag RI Bina Pegawai di Kemenag Bintan

Foto bersama Irjen III Inspektorat Jenderal Kemenag RI, Dr. H. Hilmi Muhammadiyah dengan para peserta pembinaan pegawai di Kemenag Bintan di Aula Kemenag Bintan, Jumat (26/7/2019). (istimewa)

Foto bersama Irjen III Inspektorat Jenderal Kemenag RI, Dr. H. Hilmi Muhammadiyah dengan para peserta pembinaan pegawai di Kemenag Bintan di Aula Kemenag Bintan, Jumat (26/7/2019). (istimewa)

Inspektur Wilayah (Irjen) III Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Dr. H. Hilmi Muhammadiyah memberikan pembinaan pegawai di Kemenag Bintan, Jumat (26/7/2019) di Aula Kemenag Bintan Jalan Tata Bumi Ceruk Ijuk Bintan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Kepri H. Abu Sufyan, Ketua STAIN SAR Kepri Muhammad Faisal, Kepala Kemenag Bintan H. Erman Zaruddin, Kasubbag TU Kemenag Bintan dan para pejabat eselon IV dilingkungan Kemenag Bintan, pegawai serta seluruh karyawan.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Bintan, H. Erman Zaruddin, menyebutkan, jajarannya kini sedang fokus pada proses reformasi birokrasi dengan menyasar delapan area perubahan. Bahkan Erman mengatakan Kemenag Bintan termasuk 10 besar satuan kerja K/L yang berhasil menyelesaikan realisasi anggaran tercepat versi KPPN Tanjungpinang tanpa meninggalkan aspek akuntabilitas.

Namun demikian, kata Erman, pihaknya bukan tanpa kendala. Sebagai contoh kendala yang paling ditemui pihaknya antara lain rentang kendali yang cukup jauh.

“Tidak semua kecamatan ada di daratan, ada dipesisir Bintan, bahkan KUA Tambelan berjarak ratusan mile laut dari lokasi ini. Berkat pemanfaatan teknologilah seperti smartphone maka kerja kita tetap berjalan lancar,” kata Erman.

“Dapat kami laporkan bahwa tahun ini, Kemenag Bintan memperoleh anggaran yang bersumber dari SBSN untuk pembangunan KUA Bintan Pesisir sebesar Rp1,5 miliar. Dan karena ini sudah Juli, kita pacu terus agar tepat waktu,” tambah Erman.

Dalam kesempatan tersebut juga ditandatangani MoU antara Kemenag Bintan dengan STAIN SAR Kepri dalam bidang pembinaan, pengembangan, penelitian, pendidikan dan kepelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM.

Sementara itu, Inspektur Wilayah III Inspektorat Jenderal Kemenag RI, Dr. Hilmi Muhammadiyah dalam arahannya mengatakan MoU antara Kemenag Bintan dengan STAIN SAR Kepri dinilai sangat strategis dalam rangka meningkatkan kualitas aparatur.

“Melalui MoU tersebut saya berharap aparatur Kemenag Bintan bisa difasilitasi untuk menempuh pendidikan di STAIN SAR yang secara geografis sangat dekat. Bagi yang ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi bisa difasilitasi,” sebut Hilmi Muhammadiyah.

Lebih lanjut Hilmi Muhammadiyah menyoroti tata kelola BMN di Kemenag. Dia berpesan agar tata kelola BMN harus lebih baik, agar di kemudian hari tidak ada masalah.

“Itjen memiliki visi menegakkan integritas dan menegakkan akuntabilitas. Akuntabilitas bermakna mampu mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan negara. Jika ada yang tidak sesuai aturan maka penyelenggaraannya dipastikan tidak akuntabel,” terangnya.

Dia meminta agar aparatur Kemenag dapat mentaati berbagai regulasi yang ada. “Itjen juga bertugas untuk memastikan agar aparatur Kemenag taat terhadap peraturan perundangan. Bukan bermaksud untuk menakuti, namun banyak ASN kita yang sudah diberhentikan dengan tidak hormat. Dan masalah yang paling banyak adalah penyalahgunaan keuangan negara dan selingkuh,” ujarnya.

“Detailnya bisa dicek diwebsite, dan saya berani pastikan di wilayah III semua aparaturnya sudah taat aturan. Karena jika tidak akan kerepotan, pasalnya kami akan melakukan audit kinerja yang dimulai pada Agustus mendatang. Jadi tolong persiapkan diri, karena kami menargetkan kinerja aparatur memiliki kinerja baik. Dan Menteri Agama sudah mentargetkan agar audit kinerja bisa mencapai nilai 85,” ucapnya.

“Bisa saja kita penuhi target Menag, asalkan kita benar-benar pahami tusi masing-masing. Karena Menag memiliki cita-cita agar sebelum dilantiknya kabinet yang baru tunjangan kinerja kita bisa 90%,” pesannya. (fhy/r)

(Visited 98 times, 1 visits today)