by

Keberadaan Logistic Migas Penting *Harusnya Pindah ke Natuna

NATUNA (HK)- Keberadaan logistik Minyak dan Gas (Migas) di Natuna diyakini penting untuk keperluan pengembangan industri Migas dan kesejahteraan masyarakat.

Puluhan tahun lalu logistic base Migas sempat ada di Natuna, tapi kemudian berpindah ke Palmatak, Kabupaten Anambas. Dan hingga kini logistik untuk keperluan eksplorasi dan eksploitasi Migas ofshore Natuna itu masih terpusat di sana.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Yusuf Kalla telah mencanangkan pengembangan yang terfokus pada lima bidang atau biasa disebut lima pilar pembangunan Natuna. Salah satu dari kelima pilar itu adalah pengembangan Migas.

Implementasi pengembangan Migas Natuna dituangkan dalam bentuk program kegiatan pembangunan kawasan logistic base dan Pelabuhan Samudera. Sarana ini akan berfungsi sebagai penunjang produksi minyak dan gas.

Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti mengatakan Pemerintah Kabupaten Natuna tengah gencar melakukan koordinasi dengan instansi terkait yang ada di pusat dalam rangka mewujudkan kawasan tetsebut.

“Pengembangan sektor Migas kita tagih terus ke Pusat, terutama sekali kawasan logistic base dan Pelabuhan Samudera itu. Kami ingin itu segera terwujud, karena begitu ada program pemerintah, seharusnya logistic base itu segera pindah ke Natuna,” kata Ngesti di Kantornya, kemarin.

Menurutnya, kawasan yang telah dicanangkan pemerintah itu memilki urgensi yang tinggi bagi upaya pengembangan Migas Natuna ke depan.

“Karena bukan hanya kita yang ingin kawasan tersebut, tapi juga investor-investor Migas itu. Kalau logistic basenya ada di Natuna mereka akan mendapatkan berbagai kemudahan dalam bekerja, seperti jarak logistic base dengan ladang Migas yang mereka kelola dan kemudahan lainnya,” papar Ngesti.

Bukan hanya itu, Ngesti juga mengaku tengah memperjuangkan keberadaan oil refinery di Natuna, sehingga sektor ini benar-benar bisa melibatkan masyarakat Natuna sebagai tenaga kerja.

“Kami juga ingin agar kebijakan dan mekanisme pengelolaan Migas ini dapat dikelola seperti yang di Blok Masela, Kabupaten Maluku Barat Daya. Itu kan dibawa ke darat melalui jalur pipa dan minyak mentahnya dikelola di situ. Ribuan tenga kerja bisa terserap. Hal-hal ini yang sedang kami perjuangkan,” terang Ngesti.

Ia mengaku yakin, cadangan Migas Natuna masih banyak meskipun cadangan Migas di beberapa blok yang ada sudah dinyatakan berkurang.

“Migas masih tetap jadi andalan kita sebagai sumber pendapatan. Kita ingin keberadaanya bukan sebagai sumber PAD saja, tapi juga secara langsung bisa dinikmati oleh masyarakat Natuna melalui kegiatan rekrutmen tenaga kerja. Ini yang kami harapkan bisa terwud sesegera mungkin,” tandasnya.(fat)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed