by

Pembobol Kios Santan Divonis 2 Tahun

TANJUNGPINANG (HK)- Ramang Bin Yusuf, terdakwa kasus pembobolan kios Santan di Jalan Gambir, Lorong Gambir, Pasar Baru Tanjungpinang beberapa waktu lalu divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang selama 2 tahun penjara, Kamis (25/7).

Majelis hakim dipimpin Ramauli Hotnaria Purba SH MH, didampingi dua hakim anggota, Corpioner SH dan Eduart MP Sihaloho SH MH menyatakan terdakwa Ramah telah terbukti melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 363 Ayat (1) Ke-5 KUHP.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nolly Wijaya SH dari Kejari Tanjungpinang sebelumnya selama 2 tahun 6 bulan penjara.

Di antara hal yang menjadi pertimbangan majelis hakim, bahwa perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat dan merugikan pihak korbannya, yakni saksi Andul Rochmad.

Ha lain, terdakwa juga sudah pernah beberapa kali dihukum dalam kasus tindak pidana yang sama (resedivis).

“Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan mengakui perbutannya dalam persidangan,” ujar majelis hakim.

Dalam sidang terungkap, perbuatan terdakwa berawal Sabtu 16 Maret sekira pukul 18.00 WIB saat terdakwa sedang berjalan-jalan di daerah Tepi Laut, kemudian pergi ke kios sntan kelapa milik saksi Abdul Rochmad di kawasan Pasar Baru Tanungpinang tersebut.

Sesampainya di sana, kondisi dalam keadaan gelap dan tidak ada orang lain yang melihat keberadaan terdakwa, lalu terdakwa langsung masuk ke dalam kios tersebut dengan cara menarik-narik bagian bawah pintu kios yang terbuat dari triplek hingga rusak dan berlubang.

Kemudian terdakwa yang juga resedivis dan beberapa kali masuk penjara dalam kasus yang sama sebelumnya itu langsung masuk ke dalam melalui lubang tersebut. Dan saat berada di dalam mengambil 4 buah celengan berbentuk pelampung warna putih yang tergantung di belakang pintu kios.

Setelah itu 4 buah celengan berbentuk pelampung warna putih tersebut terdakwa buka dengan menggunakan pisau silet, dan setelah celengan terbuka, terdakwa langsung mengambil seluruh uang yang ada di dalam celengan tersebut yang berjumlah
Rp21 juta.

Uang hasil curian itu kemudian terdakwa masukkan ke dalam kantong plastik warna hitam, sementara 3 buah celengan berbentuk pelampung warna putih terdakwa letakkan di bawah meja tempat berjualan santan kelapa sementara 1 buah celengan berbentuk pelampung warna putih terdakwa buang di Tepi Laut dan pergi meninggalkan kios santan milik korban.

Akibat perbuatan tersebut saksi korban mengalami kerugian sekitar Rp21 juta.(nel)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed