by

Perlindungan Anak Perlu Keterlibatan Semua Orang

NATUNA (HK)- Kabupaten Natuna merupakan salah satu daerah yang memiliki fokus tinggi terhadap Perlindungan Anak. Dengan ini pula Natuna menyandang predikat kabupaten layak anak.

Namun begitu, fokus dan status di atas belum berhasil secara maksimal melindungi anak Natuna dari tindakan-tindakan yang berpotensi membahayakan anak-anak itu sendiri.

Di Polres Natuna tercatat tiga orang Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) hingga pertengahan tahun ini.

Kaitannya dengan upaya perlindungan anak, Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti mengaku, pemerintah telah menyiapkan dan menjalankan sejumlah instrumen berupa regulasi dan sistem seperti Perda, Komisi Pengawasan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) dan P2TP2A dan diukung oleh komponen-komponen lain dari masyarakat seperti LSM, YKAI dan lainnya.

Sistem- sistem di atas juga memiliki program kegiatan
masing-masing yang terfokus pada pengawasan, perlindungan dan pelayanan terhadap anak.

“Saya rasa keterlibatan pemerintah dalam upaya perlindungan anak sudah cukup signifikan. Selain Dinas Sosilal Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kita juga ada KPPAD dan P2TP2A. Semuanya bergerak membela anak-anak sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” kata Ngesti di Polres Natuna, kemarin.

Tidak hanya itu, semua program kegiatan pemerintah juga berorientasi pada pembangunan yang berbasis layak anak. Sehingga anak-anak Natuna dapat menikmati hasil pembangunan sesuai dengan kapasitas dan usianya yang masih anak-anak.

“Bisa dilihat di kantor-kantor dan di kawasan-kawasan publik milik pemerintah, di kebanyakan tempat ini sudah tersedia area bermain bagi anak-anak dan fasilitas anak lainnya. Ini merupakan kebijakan pemerintah untuk memberikan hak dan perlindungan terhadap anak. Pemerintah sudah all out dalam hal ini. Sekarang tinggal yang berada di luar pemerintahan yang perlu ditingkatkan,” ungkapnya.

Menurut Ngesti, tugas perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, sekolah dan orang tua semata, melainkan semua orang dan komponen yang ada harus terlibat dalam uapaya ini karena berdasarkan amanat undang-undang, melindungi anak adalah tugas negara dan bangsa secara keseluruhan.

“Maka melalui berbagai kesempatan kami senantiasa mengajak semua orang dan lingkungan melibatkan diri untuk mendukung upaya ini. Karena siapapun dia dan di manapun dia berada, dia wajib hukumnya memberikan perlindungan terhadap anak. Di sisi lingkungan ini kita masih lemah dalam hal pengawasan dan perlundungan terhadap anak. Dan ini jadi PR kita semua,” pungkasnya.(fat)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed