by

Oknum Pegawai Dishub Batam Kena OTT

BATAM (HK) – Ef (44), Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, tertangkap tangan menerima uang Rp.20 juta, untuk pengiriman minuman berakohol (Mikol), ke Tanjungbatu, dari seorang pengusaha berinisial AC, Sabtu (27/07) siang, sekitar pukul 12.30 WIB.

Penangkapan tersebut, dalam operasi tangkap tangan (OTT) unit Jatanras Polresta Barelang, dengan mengincar Ef, yang bertugas sebagai kepala Pelabuhan di Tanjungriau, Sekupang.

Wakapolresta Barelang, AKBP Mudji Supriadi sekaligus Ketua Tim Saber Pungli Kota Batam mengatakan, penangkapan itu menindaklanjuti sebuah informasi yang didapatkan dilapangan Kemudian, dilakukan pengintaian

“Saat penangkapan, selain Ef, Tim Saber telah mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp.20 juta,” kata AKBP Mudji, Sabtu (28/07) sore.

Diterangkan Mudji, dari hasil pemeriksaan sementara pihak penyidik, pengakuan pelaku uang itu memang hendak diserahkan kepada pemilik kapal.

“Namun, sejauh ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan Ef dan Ac. Dan masih menunggu,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun Ef diminta temannya berinisial Ac itu, untuk mengirimkan Mikol dari Batam ke Tanjungbatu melalui pelabuhan tikus tersebut, sebanyak 18 kardus besar.

Kamudian AC meminta kepada Ef mencarikan kapal ke Tanjung Batu untuk membawa Mikol tersebut, melalui pelabuhan tikus.

Uang senilai Rp 20 juta itu diserahkan di salah satu rumah makan, di Seiharapan, Sekupang.
Kemudian Ef ditangkap oleh Tim Saber disaat mereka hendak bertransaksi di pelabuhan.

Pengakuan Ef, uang itu akan dipergunakannya untuk biaya sewa kapal dalam pengangkutan Mikol ke Tanjungbatu.

Ef mengaku tidak tahu berapa jumalah uang itu. Hanya saja menurut pengakuan pelaku Ef, temannya Acin, menitipkan uang kepada dia untuk diserahkan ke orang kapal.

Terkait hal tersebut, AKBP Mudji Supriadi juga mengingatkan agar aparatur sipil negara(ASN) tidak melakukan aksi yang melanggar hukum, berupa KKN.

“Jangan (tunggu) KPK pula yang bisa nangkap, dan sudah kita ingatkan berkali-kali masih saja ada yang nekat. Ya jadi resikolah,” ucap Mudji.(vnr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed