by

875 Ekor Hewan Kurban Diperiksa #Persiapan Jelang Idul Adha

BINTAN (HK) – Persiapan menjelang Idul Adha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bintan terus mengawasi kesehatan-kesehatan hewan kurban dikalangan peternak.

Kasi Kesehatan Hewan DPKP Bintan, drh Iwan Berri Prima, menyebutkan hingga 25 Juli 2019, pihaknya sudah memeriksa kesehatan 875 ekor hewan kurban di peternakan yang tersebar di 7 kecamatan diwilayah Bintan.

Iwan merinci, stok sapi kurban saat ini sebanyak 447 ekor sedangkan stok kambing 428 ekor. Jumlah tersebut akan terus bertambah jelang Idul Adha.

“Kita terus melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban di peternakan. Masih ada beberapa peternakan yang belum sempat kita periksa,” ujar Iwan, Minggu (28/7).

Ia mengutarakan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban difokuskan pada pemberantasan penyakit parasiter (kecacingan), penyakit BVD (bovine viral dearhea) dan antisipasi jembrana pada sapi Bali.

DPKP kata Iwan, melakukan pemeriksaan gejala klinis setiap individu hewan sebagai stok hewan kurban. Jika ditemukan kasus sakit, diobati dan jika prognosanya fausta (seperti kasus kecacingan yang tidak parah), hewan kurban masih bisa sembuh dan bisa dijadikan stok hewan kurban.

Akan tetapi jika prognosanya dubius hingga infausta, lanjutny, seperti harus dilakukan pengobatan menggunakan obat antibiotik, maka hewan kurban tersebut tidak disarankan untuk dijadikan sebagai hewan kurban.

“Terlebih, hewan yang sedang diobati dengan antibiotik, tidak diperbolehkan dikonsumsi masyarakat. Efeknya cukup berbahaya bagi kesehatan manusia. seperti kejadian resisten antibiotik. Oleh sebab itu, pilihlah hewan kurban yang telah diperiksa oleh dokter hewan,” imbuhnya.

Tanda-tanda hewan kurban yg sehat menurut Iwan, matanya cerah dan tidak belekan, bulu bersih tidak kusam, cermin hidung basah dan bersih, tidak kurus, kotoran normal/tidak diare, nafsu makan baik dan gerakan lincah.

Terakhir Iwan merinci stok hewan kurban yang tersebar di 7 kecamatan yang ada di pulau Bintan.

Kecamatan Bintan Utara memiliki stok hewan kurban 75 ekor sapi dan 62 ekor kambing, di Kecamatan Bintan Timur 142 ekor sapi dan 94 ekor kambing, di Teluk Sebong 72 ekor sapi dan 81 ekor kambing, di Teluk Bintan 22 ekor sapi dan 37 ekor kambing.

Sementara di Toapaya ada 107 ekor sapi dan 55 ekor kambing, di Gunung Kijang ada 14 ekor sapi dan 18 ekor kambing, di Seri Koala Lobam ada 15 ekor sapi dan 35 ekor kambing serta di Bintan Pesisir ada 46 ekor kambing.

“Selai sehat dan tidak cacat, hewan kurban yang layak minimal juga harus cukup umur kalau sapi atau kerbau minimal usianya 2 tahun dan domba atau kambing paling tidak usianya 1 tahun,” timpalnya. (oxy)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed