by

ATB Konsisten Tanam Pohon di Resapan Air

BATAM (HK) – Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto mengatakan dalam rangka kelestarian lingkungan, PT Adhya Tirta Batam (ATB) konsisten menanam pohoh di daerah resapan air. Hal tersebut disampaikan dalam serangkaian kegiatan Festival Hijau ATB-BP Batam 2019, di Kepri Mall, Minggu (28/7)

Dikatakan Benny Andranto, ATB sudah 10 tahun melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari proses Community Sosial Respect (CSR) melalui program ATB peduli lingkungan.

“Kita selama 10 tahun sudah lebih 10.000 pohon dan itu melakukan konservasi terhadap ketahanan sumber daya air kita. CSR itu konsep kita,” ujarnya.

Dikatakan, pada tahun 2019 ini ATB menanam 1100 pohon, yang dibagi dalam dua lokasi, masing-masing di Dam Duriangkang dan Dam Sei Harapan.

Lebih lanjut, kata Benny, dengan slogan ATB tak tergantikan tersebut pihaknya menyayangkan saat ini banyaknya wilayah resapan air yang beralih fungsi karena tangan-tangan tak bertanggungjawab.

Artinya, kata Benny, kita perlu sadar, bahwasanya pengalihan fungsi penggunaan non konservasi itu sangat membahayakan masa depan. Baik berupa lokasi untuk hunian, penambangan liar.

Meski demikian, sebetulnya pengalihan fungsi lahan resapan air itu, menurut Ir Benny tidak melanggar aturan apabila sesuai aturan.

“Hanya kita bicara kesadaran, karena pengalihan fungsi lahan itu semata-mata tidak memikirkan masa depan dan kepentingan sesaat saja,” terangnya.

Lebih lanjut, Ir Benny, ATB tidak memiliki lahan dalam bentuk daerah tangkapan air. Karena ATB-nya hanya operator. Sehingga ATB tidak memiliki otorisasi atau kewenangan bisa menjaga lahan tersebut.

“Sepenuhnya itu adalah kewenangan pemerintah. Kita harus sama-sama menjaga sumber air kita, karena ini bukan untuk sekarang, tapi untuk masa depan,” imbaunya.

Sebagaimana momen festival hijau ini, Benny mengatakan nilai edukasinya adalah selama ini kita masih mendapatkan air, kita tidak pernah berfikir bahwa air itu akan habis. Pada hal proses kekurangan iar itu di masa depan. Sehingga disini kita membangun kesadaran (awareness) dari semua pihak.

“Jangan saat air itu tidak ada baru kita mengeluh. Dari saat ini mari sama-sama kita sadar. Dengan menghemat penggunaan air,” terangnya.

Dalam rangka festival, ATB menggelar berbagai kegiatan, mulai menanam pohon, lomba mewarnai, lomba foto, hingga gowes sepeda gunung yang turun ke masyarakat Batam umumnya. (put)n Bumi, Selamatkan masa depan.

Penanamn didaerah resapan air. Komunitas mangroov.

Bersepeda asik butih keseimbangan. Menyampai titik atas, jalan menanjak. Butuh keseimbangan.

Komunitas sepeda.

“Saya mengucapkan rasa terima kasih kepada semuanya. Sponsor dan semua yang terlibat.

Acara ini setahun sekali. Mudah mudahan makin heboh dan meriah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed