by

KONI Batam Gelar Diklat Organisasi Keolahragaan #Ajarkan Cabor Cara Merapikan Manajemen

BATAM (HK) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batam menggelar Diklat Managemen Organisasi Keolahragaan, Sabtu (27/7), di Best Western Premier (BWP) Panbil Batam, yang ditujukan membuat manajemen yang rapi dan tersusun di setiap Cabang Olahraga.

Ketua Pelaksana kegitan Diklat Managemen Organisasi Keolahragaan, Rinaldy Samjaya mengatakan, bahwa diklat tersebut ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada setiap Cabang Olahraga (Cabor) bagaimana membuat managemen yang rapi dan tersusun baik.

“Tujuan utama kita bagaimana setiap Cabor bisa membuat managemen yang rapi dan tersusun,” ungkap Rinaldy Samjaya ke awak media, disela-sela acara berlangsung.

Sebab menurutnya, masih banyak pengurus yang belum memahami bagaimana melaksanakan organisasi yang baik. Sehingga menurutnya perlu adanya penyamaan persepsi dalam melakukan managemen yang baik.

“Setiap Cabor melakukan penataan managemen masing-masing, disinilah pentingnya managemen organisasi,” jelasnya.

Dalam peraktek di lapangan, pria yang akrap disapa Aldi ini mencontohkan, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah berlaku di organisasi, namun pelaksanaannya tidak sesuai dengan diharapkan.

“Kita samakan persepsi bagaimana SOP di Koni Batam sampai ke Cabor. Harusnya standarnya semua sama, tapi kenyataannya belum sama,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut, lanjut Aldi lagi, diikuti oleh 34 Cabang Olahraga di Batam. Dan diharapkan setiap peserta dapat meneruskan yang didapatkan untuk diteruskan pada Cabor masing-masing.

Sementara itu Ketua KONI Kota Batam, Iskandar Alamsyah mengatakan, bahwa melalui kegiatan Diklat tersebut setiap Cabor diharapkan mampu menunjukkan kinerja yang mantap sesuai standar KONI Batam, khususnya dalam pengelolaan managemen.

Iskandar mencontohkan, para pengurus Cabor membuat acara besar namun terlihat tidak menarik karena kurangnya pengetahuan ataupun pengalaman padahal mengundang tokoh atau pejabat. Karena itu, lanjutnya, penting pengetahuan managemen keolahragaan.

“Contoh kecil, bagaimana mengatur tempat duduk tamu undangan, jika ada walikota apakah memberikan sambutan atau tidak, semua harus disusun,” terangnya.

“Itulah pentingnya manageme bagi setiap Cabor,” ungkapnya.

Meski demikian, menurut Iskandar, pihaknya tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada setiap Cabor, karena selama ini memang KONI sendiri belum pernah membekali Cabor dengan ilmu penataan managemen.

Dijelaskan, bahwa perbaikan managemen di Cabor ataupun KONI sendiri akan terus dilakukan. Menurut Iskandar KONI Batam mempunyai Anggaran yang sangat besar dan itu harus dikelola oleh orang-orang yang benar-benar mengerti dan patinya profesional.

“Dengan anggaran yang ada, menjadi pekerjaan kami (KONI, red) untuk membekali teman-teman Cabor dengan berbagai keilmuan,” pungkasnya. (r/ays)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed