“JCH Kloter 26 Diharapkan Bisa Mandiri”

Ketua Kloter 26, Hardiman (dua kiri), dr Sanusi Ismail, dokter Kloter 26 (kiri), H. Muhammad Alamsyah, Pembimbing Haji Kloter 26 (kanan) foto bersama dengan Sekretaris PPIH Embarkasi Batam, H Afrizal (baju coklat) dan petugas Kloter 26 sesaat menunggu keberangkatkan ke Jeddah di Bandara Hang Nadim Batam. (feryheriyanto/haluankepri.com)

Ketua Kloter 26, Hardiman (dua kiri), dr Sanusi Ismail, dokter Kloter 26 (kiri), H. Muhammad Alamsyah, Pembimbing Haji Kloter 26 (kanan) foto bersama dengan Sekretaris PPIH Embarkasi Batam, H Afrizal (baju coklat) dan petugas Kloter 26 sesaat menunggu keberangkatkan ke Jeddah di Bandara Hang Nadim Batam. (feryheriyanto/haluankepri.com)

  •  Embarkasi Batam Sisakan 3 Kloter

Batam (HK) – Ketua Kloter 26 Embarkasi Batam, Hardiman, mengatakan, dengan ilmu manasik yang diperoleh, diharapkan Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 26 bisa mandiri.

“Namun, selama di tanah suci, kami tetap membantu, memberi arahan, serta melayani seluruh jamaah. Harapannya, selama di tanah suci, seluruh jamaah Kloter 26 bisa menjalankan semua rukun, wajib, dan sunah ibadah haji. Semoga semua diberi kekuatan dan kesehatan. Kembali dari tanah suci membawa predikat haji mabrur.” Demikian dikatakan Hardiman, di sela-sela menunggu keberangkatan Kloter 26 ke Jeddah di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (30/7/2019).

Kakan Kemenag Kabupaten Kerinci ini menjelaskan, jamaah Kloter 26 tiba di Batam pada, Selasa (30/7/2019) Subuh. Kloter yang dipimpinnnya merupakan gabungan jamaah asal Kerinci 195 orang, Muaro Jambi 185 jamaah, Kabupaten Tebo 62 ditambah lima petugas haji.

“Ada satu jamaah tanazul dari Kloter 24 a.n Asmah Mutalip Ali asal Merangin. Jadi, jamaah Kloter 26 berjumlah 448 orang,” jelasnya lagi.

“Yang tertua berusia 90 dan yang termuda 31. Dan dari keseluruhan jamaah, sekitar 66,8 persen termasuk dalam golongan resiko tinggi (resti). Ada yang memiliki penyakit bawaan dan usia tua,” tambahnya lagi.

Namun, lanjut Hardiman, semua jamaah dalam kondisi sehat. “Insya Allah, seluruhnya siap menunaikan ibadah haji,” ucapnya menegaskan.

Dia juga mengungkapkan, selama di tanah suci, jamaah Kloter 26 akan menempati pemondokan di wilayah Syisyah, Maktab 5 dan 6 Hotel no 121 dan 122.

Untuk diketahui, jamaah asal Jambi termasuk Kloter 26 masuk dalam Embarkasi Antara. Artinya, jamaah tidak masuk asrama haji Batam, hanya transit di Batam untuk seterusnya melanjutkan perjalanan menuju tanah suci.

Sementara itu, dr Sanusi Ismail, dokter Kloter 26 mengatakan, pihaknya siap memberikan layanan kesehatan kepada seluruh jamaah.

“Kami akan tetap memberikan pendampingan kepada jamaah yang masuk resti. Bersama ketua regu dan ketua rombongan, kami akan selalu memantau kesehatan jamaah. Insya Allah, obat-obatan sudah kami siapkan,” ucap dokter yang sehari-hari bertugas di RSU Sultan Thaha Syaifuddin Kabupaten Tebo ini.

Dalam kesempatan yang saya, H. Muhammad Alamsyah, Pembimbing Haji Kloter 26, menyampaikan, meskipun jamaah Kloter 26 sudah mendapatkan manasik di daerah, namun, pihaknya juga akan memberikan bimbingan haji saat berada di tanah suci.

“Bimbingan yang kita lakukan secara berkala di hotel tempat menginap. Apalagi jelang umrah wajib dan armina. Kita ingin jamaah benar-benar dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik,” terang Alamsyah yang juga penyuluh di KUA Jambi Selatan.

Setelah istirahat sekitar lima jam di ruang tunggu Bandara Hang Nadim, jamaah Kloter 26 berangkat menuju Jeddah dengan pesawat Saudia no penerbangan SV 5221 pada pukul 10.10 WIB. Dan diperkirakan akan tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada, Selasa (30/7/2019) pukul 14.45 Waktu Arab Saudi (WAS). Menurut jadwal, jamaah Kloter 26 akan kembali lagi ke tanah air pada 11 September 2019 pukul 21.00 WIB dengan pesawat Saudi Arabian Airlines no penerbangan SV 5400 sekitar pukul 21.00 WIB.

Dengan berangkatnya Kloter 26, Embarkasi Batam menyisakan tiga kloter lagi.

Kebugaran Jamaah Jadi Perhatian

Sementara itu, Kepala Biro (Kabiro) Kesejahteraan Masyarakat (Kesramas) Setda Provinsi Jambi, drs.H. Amsyarnedi, M.SI, yang ikut memantau keberangkatan Kloter 26 di Bandara Hang Nadim mengatakan, faktor kebugaran jamaah menjadi salah satu perhatian pihaknya pada musim haji 1440 H ini.

“Alhamdulillah, secara teknis keberangkatan jamaah asal Jambi berjalan lancar. Namun, faktor kebugaran menjadi perhatian utama kami. Kami berharap, tahun-tahun selanjutnya, waktu istirahat jamaah bisa ditambah. Kalau sekarang waktu istirahat di Batam hanya sekitar 4 jam. Mungkin tahun-tahun selanjutnya bisa ditambah menjadi 6 atau 7 jam. Hal ini akan menjadi catatan kami dalam rapat evaluasi secara nasional nanti,” ucap Amsyarnedi.

Ditambahkannya, keberangkatan jamaah Jambi di Kloter 28 akan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jambi, Drs. HM. Dianto, MSi.

“Insya Allah, beliau akan datang ke Batam nanti,” pungkasnya. (fhy)

(Visited 29 times, 1 visits today)