BP Batam Diminta Tindak Pemilik Lahan Tidur

Batam (HK)- BP Batam diminta bersikap tegas terhadap para pemilik lahan yang sengaja tidak menggarap lahan yang sudah dimohonnya. Tindakan tegas tersebut bisa berupa peringatan, pencabutan izin alokasi lahan hingga pengalihan hak atas lahan ke pihak ketiga.

Hal itu dikemukakan Ketua Kadin Batam Syamsul Paloh menanggapi banyaknya lahan tidur yang tersebar di Batam.

Menurut Syamsul, tindakan tersebut sebenarnya sudah ada dalam perjanjian (Spj) antara pemohon lahan dan BP Batam. Namun itu tidak dijalankan sungguh-sungguh oleh pihak BP Batam.
Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh pemilik lahan untuk tidak melakukan pembangunan di lahan miliknya.

” Ketika BP tidak tegas terhadap aturan yang dibuatnya. Maka celah ini digunakan oleh para pemilik lahan untuk mengulur-ngulur waktu dalam mengelola lahan miliknya. Akibatnya banyak lahan yang seharusnya produktif menjadi terbengkalai,” kata Syamsul.

Tahap pertama yang perlu dilakukan BP Batam adalah mengundang para pemilik lahan datang ke BP Batam. Tujuannya untuk menanyakan komitmen serta kendala yang dihadapi atas lahan yang sudah dimilikinya.

” Jika cara ini tidak membuahkan hasil. Lanjut ke tahap berikutnya yaitu peringatan. Jika surat peringatan tidak juga diindahkan maka BP Batam bisa langsung membatalkan alokasi lahan dimaksud dan memberikannya ke pihak ketiga yang lebih serius untuk mengelola,” katanya.

Untuk mewujudkan semua itu, lanjut Syamsul,Kadin Batam siap mendukung setiap kebijakan BP Batam. Bila perlu ia siap membentuk kelompok kerja (pokja) untuk merealisasikan tujuan BP Batam yakni demi percepatan pertumbuhan ekonomi, pembangunan dan investasi di Kota Batam.

” Jika penerima alokasi lahan tersebut berkomitmen untuk membangun lahannya maka Kadin Batam juga meminta kepada BP Batam untuk segera memperlancar segala perizinan yang dibutuhkan. Bila perlu lakukan motivasi pembinaaan sesuai standar yang berlaku,” ujarnya.

Syamsul juga mengingatkan kepada para pemilik lahan yang ‘nakal’ agar segera membangun lahannya. Jangan sampai lahan-lahan yang tidak dibangun itu sengaja diambangkan demi menunggu nilai tawar yang tinggi. Kalau itu yang terjadi pemilik lahan sudah menjadi spekulan alias broker.

” Untuk pengusaha atau pemohon lahan yang seperti ini, BP Batam harus jeli melihat. Jangan sampai pembangunan Batam terhenti gara-gara mereka ingin mencari keuntungan pribadi. Saya yakin kalau BP Batam tegas, maka dalam waktu dekat lahan-lahan yang tadinya tidak produktif akan menjadi produktif. Sebab mereka takut izin alokasi lahannya dibatalkan,” katanya.

Sebab, ini pernah terjadi di zaman Hatanto menjabat sebagai Kepala BP Batam. Saat itu, begitu banyak pemilik lahan yang mulai menggarap lahannya setelah BP mengancam akan mencabut lahan-lahan kosong yang tidak dibangun dalam waktu lama. (r)

(Visited 98 times, 1 visits today)