Kendalikan Harga Hadirkan Pasar TPID

Kadisperindag Batam, Gustian Riau (pakaian dinas) didampingi oleh sejumlah Distributor mengunjungi langsung persiapan launching pasar TPID di Pasar Basar, Grand Niaga Masa, Batam Centre. IST

BATAM (HK) – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Batam bersama 60 distributor yang tergabung di Assosiasi Distributor Bapok Batam (ADBKB) menginisiasi lahirnya pasar TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kota Batam.

Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau mengatakan bahwa kehadiran Pasar TPID Batam sebagai upaya kongkrit untuk mengendalikan harga-harga bahan pokok di pasaran. Terlebih belakangan ini harga sejumlah bahan pokok melonjok tinggi di pasaran.

“Target utama kita mengendalikan harga-harga bahan pokok, karenanya berhimpun para distributor Sembako se Kota Batam,” ungkap Gustian Riau didampingi Ketua ADBKB Aryanto dan sejumlah Distributor disela-sela meninjau langsung lokasi pasar TPAD di Grand Niaga Mas, Batam Center, Senin (12/8).

Pengendalian harga, lanjutnya, biasanya dilakukan di momentum hari-hari besar keagamaan seperti halnya di momen Ramadhan, Idul Fitri, Natal dan lainnya. Dengan adanya pasar TPAD nantinya tidak perlu lagi dilakukan pengendalian harga secara berkala di waktu tertentu, tetapi pengendalian dilakukan sepanjang tahun.

“Biasanya pengendalian dilakukan diwaktu tertentu dan berkala, dengan adanya pasar TPAD maka pengendalian harga dilakukan sepanjang tahun,” jelasnya.

Begitu juga nanti ketika terjadi kelangkaan bahan pokok dan tingginya harga di pasaran, maka secara otomatis sudah ada assosiasi yang bisa mengatasi serta memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Saat ini, ungkapnya, satu-satunya daerah yang sudah menerapkan Pasar TPAD adalah Yogyakarta. Namun demikian, di Yogyakarta belum maksimal karena yang terlibat bukan distributor tetapi hanya pedagang biasa.

“Harapannya Pasar TPAD Batam nanti yang akan menjadi contoh, karena yang terlibat langsung adalah para distributor se Batam,” pungkasnya.

Ditambahkan oleh Ketua ADBKB, Aryanto, bahwa pasar yang akan diresmikan pada 2 September mendatang, mengambil lokasi di Pasar Basah, Grand Niaga Mas Batam Centre. Dan nantinya akan ada 15 kios dan 63 lapak yang menjual masing-masing satu bahan pokok.

“Sesuai pendataan, akan ada 15 kios dengan 63 lapak, dan setiap kios menjual bahan baku berbeda tapi hanya satu jenis. Misalnya kalau kios itu menjual beras, maka yang dijual hanya beras tok,” jelasnya.

Diantaranya jenis sembako yang akan difasilitasi oleh pasar TPAD Batam, diantaranya beras, gula, telor, minyak goreng, tepung, sayur dan tepung serta lainnya.

Terakhir, ungkapnya, sesuai target akan hadir Dirjen Perdangan untuk meresmikan secara langsung keberadaan pasar TPAD Batam pada 2 September mendatang. (ays)

(Visited 35 times, 1 visits today)