by

Oknum Guru Diduga Cabuli Muridnya

TANJUNGPINANG (HK)- Pdb (25), pria berprofesi sebagai guru di salah satu Sekolah Menengah Kejujuran (SMK) di Tanjungpinang diamankan polisi atas dugaan perbuatannya melakukan tindak pidana asusila sesama jenis terhadap seorang murid prianya sebanyak belasan kali sejak November 2018 sampai Mei 2019.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie mengungkapkan, kronologis kejadian berawal pada saat korban terlihat termenung sendiri di salah satu sudut sekolah, karena korban merupakan salah satu siswa pelaku.

“Dalam kondisi seperti itu, kemudian pelaku mencoba mendatangi korban ternyata ada masalah dengan teman di salah satu media sosial online,” ungkap Ali saat melakukan press rilis di Mapolres Tanjungpinang, Senin (12/8).

Mendapati kondisi korban tersebut, lanjut Alie, pelaku berusaha mendekati korban dan memanfaatkannya dengan mengajak untuk melakukan tindakan asusila di rumahnya di kawasan Hutan Lindung Tanjungpinang.

“Korban mengaku sudah 14 kali dicabuli oleh pelaku sejak November 2018 sampai Mei 2019. Sedangkan pengakuan pelaku sudah tidak ingat lagi ia melakukan perbuatan tersebut,” ungkap Alie.

Dalam aksinya, jelas Alie, pelaku sempat merekam adegannya dengan korban melalui handponenya, kemudian mengancam akan menyebarkan rekaman video tersebut jika tidak mau menuruti kemauannya.

“Video asusila itu direkam pelaku dengan menggunakan handphone merk Oppo dan selanjutnya disimpan dalam laptop. Barang bukti tersebut sudah kita amankan berserta satu buah sprei dan alas bantal yang mirip dalam video itu,” ungkap Alie.

Kasat Reskrim ini melanjutkan, pihkanya masih melakukan pendalaman atas dugaan perbuatan pelaku tersebut, termasuk apakah video ini telah disebar di dunia maya atau belum oleh pelaku.

“Selain itu masih kita dalami, termasuk apakah ada korban lainnya,” ujar Alie.

Akibat perbuatannya, tegas Alie, untuk pelaku dapat di jerat dengan pasal 289 KUHP barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang melakukan atau membiarkan dilakjka perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan, dengan pidana maksimal hukuman 9 tahun penjara.

“Tetapi jeratan Pasal tersebut masih sementara, karena kami masih perlu kita dalami lagi lebih lanjut,” pungkasnya.(nel)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed