Sindikat Narkoba Internasional Diamankan

Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki, didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, serta Dir Resnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K Yani, saat ekspos pengungkapan tindak pidana narkoba di Mapolresta Barelang, Selasa (13/8/2019). (putra/haluankepri.com)

Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki, didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, serta Dir Resnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K Yani, saat ekspos pengungkapan tindak pidana narkoba di Mapolresta Barelang, Selasa (13/8/2019). (putra/haluankepri.com)

BATAM (HK) – Sindikat narkoba yang diduga masuk jaringan international diringkus Satres Narkotika Mapolresta Barelang. Empat orang tersangka dan 38,667 gram sabu diamankan.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki S.IK mengatakan, Satres Narkoba Polresta Barelang berhasil mengamankan empat tersangka dari hasil penyelidikan selama dua bulan. Hal itu disampaikannya, Selasa (13/8/2019) saat ekspos di Mapolresta Barelang didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, serta Dir Resnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol K. Yani.

Kombes Pol Hengki, mengungkapkan, empat orang tersangka diamankan pada, Selasa (6/8/2019) sekitar pukul 05.00 WIB di sekitar pulau Kasam, di perairan Telaga Punggur.

Dari pengungkapan awal, diamankan satu orang tersangka yakni TI. Setelah dilakukan penggeledahan dijumpai barang bukti jenis sabu disimpan dalam 2 buah satu tas koper berisi 24 bungkus besar. Serta satu tas ransel yang berisi 13 bungkus.

Lebih lanjut dia mengatakan, hasil pengembangan pertama, tiga orang tersangka yakni LA, JA, dan PS diamankan di Tanjung pinang. Dua orang dari tiga tersangka tersebut merupakan residivis lapas binaan Tanjungpinang.

“Barang haram itu dibawa dari perairan Malaysia dengan tujuan Jakarta lewat laut. Ketika dilakukan penangkapan, tersangka menggunakan speed boat sendiri,” ujarnya.

“Kita tetap melakukan pengembangan jaring secara maksimal. Hasil pengembangan, salah satu warga binaan mengatur strategi meloloskan barang,” terangnya.

Menurut Kombes Pol Hengki, empat orang tersangka tersebut ditengarai kemungkinan sudah lama melakukan aksinya. Pengungkapan 38,667 gram narkoba jenis sabu tersebut merupakan hasil pengungkapan terbesar di Kepri tahun 2019.

“Kita perang terhadap narkotika dan psikotropika,” ujarnya.

Sejumlah barang bukti yang diamankan dari empat orang tersebut yakni satu unit speed boat, dua unit yakni mobil, dan uang Rp1 juta.

Ditempat yang sama, Dir Resnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K Yani, menengarai narkoba jenis sabu tersebut diproduksi di Myanmar.

Untuk mengantisipasi peredaran narkoba, baik jaringan international Polri melalui Polda Kepri sudah bekerjasama dengan lintas negara serta bekerjasama negara PDRM Malaysia.

Dia mengatakan, jumlah narkoba jenis sabu yang diamankan hingga Agustus sekitar 100 kg lebih.

Akibat perbuatannya, empat tersangka tersebut dijerat uu no 35 tahun 2009 tentang narkotija. Pasal 112 junto 114 ayat 2. Pasal 132 ayat 2. Ancaman hukuman pidana mati, atau seumur hidup. (put)

(Visited 29 times, 1 visits today)