Dinkes: Penyuplai Sertakan Kode Produksi- Khusus Pengadaan Obat dan Alkes

Sejumlah jarum suntik bekas dibuang sembarangan oleh OTK di dekat perumahan. DOK HALUAN KEPRI

BATUAJI (HK) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam meminta pihak penyuplai obat dan peralatan medis (alkes) menyertakan kode produksinya. Hal tersebut sebagai respon kerap terjadinya pembuangan sampah medis sembarangan, seperti halnya terjadi di lahan kosong dekat pemukiman warga Perumahan Permata Hijau, serta di parit depannya Ruko Limanda Pandawa, Batuaji, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Dinkes Kota Batam juga berencana akan melabelkan kode produksi dan barkot penjualan obat-obatan, dan perlengkapan medis yang dijual di apotek atau vendor obatan-obatan lainnya.

“Kode produksi dan barkot penjualan nantinya untuk perjelas atau mengetahui asal usul obat yang terkirim, dan Alkes, serta siapa penyuplai terhadap klinik atau layanan kesehatan mana membelinya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi.

Dengan kebijakan tersebut, ujarnya, sedikit banyaknya bisa meminimalisir ataupun mencegah pembuangan limbah medis sembarangan tempat. Begitu juga ketika ada temuan limbah medis di jalan raya atau pemukiman warga, maka akan mudah mengusut siapa atau layanan kesehatan mana yang membuang limbah tersebut.

“Jadi, begini lah hasil evaluasi yang bagus dari berbagai kasus temuan limbah medis di pemukiman masyarakat sebelumnya. Kami juga akan koordinasi dengan asosiasi pedagang besar farmasi agar menyertakan kode produksi atau barkot sehingga mudah melacak siapa atau pihak mana pembelinya,” ujar Didi Kusmajardi, Selasa (13/8).

Masih sambungnya, wacana ini sudah cukup matang dan masih dalam proses untuk segera diterapkan. Ini juga diperlukan sebab belakangan banyak temuan limbah medis di luar tempat yang seharusnya.

“Apapun alasannya, tidak dibenarkan limbah medis dibuang sembarangan apalagi dibuang didekat komplek pemukiman warga. Kalau ketahuan izin operasianal layanan medis akan dicabut. Siapapun dan layanan kesehatan mana itu,” tegasnya Didi lagi.

Sebelumnya, warga sekitar menemukan sampah medis ditemukan di pinggir jalan Diponegoro, tepatnya depan Perumahan Permata Hijau, Bukit Tempayan, Batuaji, Minggu (27/7) lalu.

Ribuan jarum suntik bekas, botol infus dan botol obat antibiotik menumpuk di pinggir jalan membuat warga sekitar khawatir dan takut pada anak-anak.

Temuan itu pun langsung ditindak lanjuti oleh Dinkes dengan mengangkut dan memusnahkan limbah medis tersebut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji. (ded)

(Visited 16 times, 1 visits today)