Karhutla Dipantau Lewat Satelit

Aparat kepolisian Polda Kepri memperagakan penggunakan mesin semprot sebagai upaya membantu memadamkan api saat dilokasi kebakaran terjadi. (istimewa)

Aparat kepolisian Polda Kepri memperagakan penggunakan mesin semprot sebagai upaya membantu memadamkan api saat dilokasi kebakaran terjadi. (istimewa)

  • Lima Tersangka Sudah Ditangani

BINTAN (HK) – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri terus memantau titik api/hotspot di Provinsi Kepri melalui satelit dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang.

Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto melalui Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga mengatakan, hasil koordinasi dengan BMKG sejak awal Agustus hingga saat ini terpantau 5 hotspot diwilayah Kepri.

Selain upaya pencegahan, upaya tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) kata Erlangga juga sudah dilakukan.

“Penegakan hukum agar ada efek jera juga sudah kita lakukan. Tahun ini ada 5 kasus, 4 diantaranya di Polres Bintan dan 1 di Polresta Barelang. Dengan jumlah tersangka sebanyak 5 orang,” ujar Erlangga saat dihubungi, Rabu (14/8) pagi.

Selain itu, jajaran Polda Kepri juga membentuk satgas cegah Karhutla Polda Kepri bersama TNI, Pemda, Basarnas, BNPB, Tagana, serta BP Batam.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, tindakan tersebut merupakan kejahatan dan dapat dipenjara.

“Kita juga melakukan patroli bersama instansi terkait lainnya dilokasi rawan karhutla,” ungkapnya.

Selain itu, jajaran kepolisian juga mengerahkan sarana prasarana kepolisian untuk memadamkan api. Dengan menggunakan armada kepolisian yang dimodifikasi untuk membantu memadamkan api dititik lokasi karhutla. Bahkan, alat semprot bertenaga mesin disiapkan sebagai sarana aparat kepolisian ikut memadamkan api. (oxy)

(Visited 42 times, 1 visits today)