Oknum Pol PP Tpi Dituntut 7 Tahun- Dugaan Kasus Narkoba

TANJUNGPINANG (HK)- Hady Susanto alias Adi, oknum Aperatur Sipil Negara (ASN) bertugas di Satpol PP Kota Tanjungpinang, dituntut 7 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 2 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, sebagai terdakwa dugaan kasus narkoba jenis sabu dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (12/8).

Menurut JPU Ristianti Andriani SH, terdakwa Adi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I jenis sabu.

Sidang secara terpisah, terhadap kasus yang sama, JPU juga menjatuhkan tuntutan kepada terdakwa, Syaferi alias Feri yang juga oknum ASN bertugas sebagai guru di salah satu sekolah di Kabupaten Kepulauan Anambas selama 8 tahun penjara, dan denda Rp1 miliar subsider 2 bulan kurungan.

Dalam sidang terungkap, perbuatan terdakwa berawal, Rabu 13 Maret 2019 sekira pukul 04.00 WIB, setelah tim anggota Satres Narkoba Polda Kepri menangkap terdakwa Syaferi bersama sejumlah barang bukti narkoba jenis sabu terbungkuas plastik bening seberat 2,50 gram.

Hasil pengembangan polisi, Feri mengaku mendapatkan narkoba jenis sabu tersebut dari terdakwa Hady Susanto alias Adi. Atas pengakuan Feri tersebut, polisi berhasil menangkap terdakwa Adi di Perumahan Bukit Indah Lestari, Kelurahan Batu 9 Kecamatan. Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri.

Dari penggeledahan polisi di rumah terdakwa Adi tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa 1 buah sepatu warna hitam yang didalamnya terdapat 1 bungkus kotak rokok Dunhill warna hitam berisikan 1 bungkus serbuk kristal diduga sabu dibungkus plastik bening, termasuk 1 buah timbangan digital warna silver dari rak-rak sepatu didapur rumah terdakwa Adi tersebut.

Selain itu, polisi juga menemukan 1 bungkus kotak rokok UN yang di dalamnya terdapat 2 bungkus serbuk kristal diduga sabu dibungkus plastik bening di bawah TV ruangan tengah rumah terdakwa Adi.

Kepada polisi, terdakwa Adi mengaku bahwa sabu itu ia pesan melalui temannya bernama Doni (DPO) sebanyak 3 kali sejak 5 bulan lalu seberat 2,5 jie atau gram, masing-masing seharga Rp2.500.000. Sabu itu ia ambil di rerumputan lapangan bola Sungai Jang Tanjungpinang.

Terdakwa Adi kemudian mengaku, bahwa sabu itu ia jual kepada terdakwa Feri sebanyak 1 bungkus seharga Rp1.000.000 pada Selasa 5 Maret 2019 sekira pukul 17.30 WIB di salah satu kamar rumah tante terdakwa Feri di Jalan Kuantan, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungoinang Timur, Kota Tanjungpinang.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Terhadap tuntuan JPU tersebut, masing-masing terdakwa diberi kesempatan oleh majelis hakim PN Tanjungpinang yang memimpin jalannya persidangan tersebut untuk menyampaikan pembelaan pada sidang sepekan mendatang. (nel)