Penerapan Sistem Kridit Semester bagi SMA Bagian Kedua dari Tiga

Oleh: Gatot Handoko SPd MM
Wakil Kurikulum SMAN 3 Batam

Melanjutkan Opini saya pada edisi, Selasa (13/8), bahwa dalam pembelajaran dengan menggunakan sisten kredit semester dilaksanankan dengan penentuan beban belajar dengan mengacu pada ketentuan struktur kurikulum 2013 yang terdiri dari kegiatan tatap muka, tugas terstruktur dan tugas mandiri. Dalam pembelajaran dengan SKS melayani kecepatan belajar dengan dengan berbasis kompetensi dasar dengan menggunakan UKBM (Unit Kegiatan Belajar mandiri), Modul atau Hand out yang mengacu pada Permendikbud no 22 tahun 2016 tentang standart isi dan permendikbud no 24 tahun 2016 tentang kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang harus dilaksanakan di setiap satuan pendidikan tingkat SMA.

Peserta didik dimungkinkan bisa menyelesaikan pembelajaran dengan 4 (empat) semester, 6 (enam) semester dan paling lambat 8 (delapan) semester. Pengelolaan waktu belajar fleksibel untuk unit-unit pembelajaran utuh setiap mata pelajaran sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing. Artinya, tidak boleh ada pemampatan ke dalam program kurang dari enam semester yang sengaja diarahkan oleh sekolah.

Beban belajar merupakan keseluruhan muatan dan pengalaman belajar dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pelajaran: kegiatan tatap muka @ 45 menit, kegiatan terstruktur, dan kegiatan mandiri (paling banyak 60% dari waktu kegiatan tatap muka yang bersangkutan). Kelas X adalah 42 JP, Kelas XI adalah 44 JP, dan Kelas XII 44 JP, sedangkan di Kelas X dan Kelas XI paling sedikit 18 minggu, di kelas XII semester ganjil 18 minggu, semester genap 14 minggu.

Dalam Pembelajaran dengan menggunakan sitem kredit semester peran guru dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Mengembangkan karakter dan kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS).
b. Memberikan layanan pembelajaran individu.
c. Mengembangkan silabus, menyusun Pedoman Guru.
d. Merancangan pembelajaran (RPP) yang kondusif untuk mengembangkan karakter dan kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTs)
e. Menyusun unit-unit utuh pembelajaran dalam bentuk Unit Kegiatan Belajar Mandiri ( UKBM), modul pembelajaran atau hand out.
f. Melaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis yang bermuara pada berkembangnya karakter dan kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik.
g. Memanfaatan teknologi pembelajaran sesuai dengan konsep dan prinsip Techno Pedagogical Content Knowledge (TPACK)
h. Mengembangkan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) dilengkapi dengan kisi-kisi dan telaah soal.
i. Melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar dalam bentuk penilaian formatif dan sumatif.
j. Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya sebagai pembelajar cepat, normal, dan lambat.

(Visited 28 times, 1 visits today)