Saipem Rekrut 3.000 Tenaga Kerja Proyek Migas di Korsel

MANAGER PT SKY, Fady Antoun menyampaikan presentasi kepada Plt Gubernur Kepri, Isdianto terkait rencana proyek migas ke Korsel.Foto:Ilham/Haluan Kepri

KARIMUN (HK)-PT Saipem Karimun Yard (SKY), perusahaan offshore dan fabrikasi jacket minyak lepas pantai asal Italia di Desa Pangke, Kecamatan Meral bakal merekrut sekitar 2.500-3.000 tenaga kerja untuk pengerjaan proyek minyak dan gas (migas) di Korea Selatan.

Manager PT Saipem Karimun Yard, Fady Antoun melalui alih bahasa oleh HRD PT SKY, Nanang Kristiawan menyampaikan informasi tersebut saat menerima kunjungan Plt Gubernur Kepri, Isdianto dan Bupati Karimun, Aunur Rafiq di kantor utama SKY, Rabu (14/8/2019).

“PT Saipem Karimun Yard merupakan perusahaan Saipem terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan tetap meningkatkan aktivitasnya.
Selain migas, kita juga produksi kincir angin.
ke depan membangun 80 jacket fabrikasi pesanan Eropa dan Taiwan secara berkesinambungan,” ungkap Fady.

Kata Fady, sampai saat ini sudah banyak karyawan lokal asal Karimun yang bekerja di PT Saipem ditempatkan di luar negeri. Selama ini mereka sudah bekerja cukup baik. Bahkan, sebagian diantara mereka dilatih melakukan pekerjaan dengan teknologi tinggi.

Terkait perizinan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bupati Karimun, Aunur Rafiq. Selain menjalankan bisnis, pihaknya juga mengikuti aturan pemerintah, termasuk juga bidang pendidikan yang dikelola bagian sustainability.

Dalam kesempatan itu, Fady mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemprov Kepri dan Pemkab Karimun yang telah mengujungi PT Saipem Karimun Yard.

Pelaksana tugas Gubernur Kepri, Isdianto dalam kesempatan itu mengatakan, salah satu tujuannya turun ke sejumlah perusahaan termasuk juga PT SKY karena adanya sejumlah insiden yang terjadi belakangan di Karimun.

“Belakangan, ada beberapa kejadian atau insiden kecelakaan kerja. Kita terpanggil untuk turun langsung melihat kondisi tenaga kerja di karimun,” ungkap Isdianto.

Kata Isdianto, secara keselurahan PT Saipem sudah peduli ke pemerintah daerah maupun tenaga kerja. Terbukti, semua kewajiban terhadap tenaga kerja berjalan sebagaimana semestinya. Namun, ada beberapa hal yang perlu disinergikan lagi.

“Yang tak kalah penting, Pemprov Kepri dan Pemkab Karimun memberikan apresiasi,
walau terjadi gejolak ekonomi, tapi PT Saipem tetap memberikan kontribusi ke Karimun.
Harapan kami, ada komitmen lain dari PT Saipem ke Pemkab Karimun agar
lebih fokus ke SDM sesuai permintaan presiden. Dari sisi SDM supaya bisa melatih putra daerah agar bisa mengisi job yang selama ini dikerjakan orang luar,” ujarnya.

Pemerintah juga berharap dari perusahaan untuk membantu dalam bidang lain, karena dana daerah belum cukup memenuhi kebutuhan, ada program yg bisa disinergikan dengan pemkab, salah satunya pendidikan. Di sekolah butuh bus, kalau diakomodir. Dana Pemkab Karimun tak terkejar, maka perlu sinergi dengan pihak swasta

“Harapan kami dalam membuat kebijakan perlu terus disinergikan apapun keputusan perusahaan perlu disinergikan dengan pemerintah agar hasilnya maksimal. Kami
tekankan kepada semua perusahaan jangan segan-segan berkoordinasi dengan pemerintah karna tujuan akhir pasti untuk kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (ham)

(Visited 149 times, 1 visits today)