Lima Orang Dipenjara karena Bakar Hutan

Aparat kepolisian Polda Kepri memperagakan penggunakan mesin semprot sebagai upaya membantu memadamkan api saat dilokasi kebakaran terjadi. Sebanyak 5 orang berhasil diamankan dikarenakan telah membakr hutan dan lahan. Foto IST

BINTAN (HK) – Sebanyak 5 orang meringkuk di dalam sel penjara akibat membakar hutan dan lahan sepanjang tahun 2019. Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto, melalui Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga, menyebutkan penegakan hukum dilakukan sebagai efek jera kepada para pelaku yang sembarangan membakar hutan.

Dari 5 tersangka tersebut, 4 diantaranya ditangani jajaran di Polres Bintan dan 1 kasus di Polresta Barelang. “3 kasus sudah P21, sisanya masih proses sidik (penyidikan),” ujar Erlangga saat dihubungi, Rabu (14/8) siang.

Untuk mengawasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwilayah Kepri, Polda bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang mengawasi melalui amatan satelit. Setidaknya ada 5 titik hotspot yang dijumpai sepanjang bulan Agustus ini. “Hasil koordinasi dengan BMKG sejak awal Agustus hingga saat ini terpantau 5 hotspot di wilayah Kepri,” sebutnya.

Selain itu, jajaran Polda Kepri juga membentuk satgas cegah Karhutla Polda Kepri bersama TNI, Pemda, Basarnas, BNPB, Tagana, serta BP Batam. Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, tindakan tersebut merupakan kejahatan dan dapat dipenjara. “Kita juga melakukan patroli bersama instansi terkait lainnya dilokasi rawan karhutla,” ungkapnya.

Selain itu, jajaran kepolisian juga mengerahkan sarana prasarana kepolisian untuk memadamkan api. Dengan menggunakan armada kepolisian yang dimodifikasi untuk membantu memadamkan api dititik lokasi karhutla. Bahkan, alat semprot bertenaga mesin disiapkan sebagai sarana aparat kepolisian ikut memadamkan api. (oxy)

(Visited 18 times, 1 visits today)