by

Karantina Musnahkan Komoditas Ilegal

KARIMUN (HK)-Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun, memusnahkan barang impor berupa daging, buah-buahan dan bibit tanaman yang masuk secara ilegal ke Tanjungbalai Karimun melalui pelabuhan internasional maupun pelabuhan Roll On Roll Off (Roro) di Parit Rampak, Rabu (14/8).

Barang yang terindikasi sebagai pembawa hama tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan mesin incenerator. Daging dan buah-buahan ilegal tersebut masuk ke Karimun dibawa secara perorangan melalui pelabuhan, karena ketidaktahuan mereka untuk mengurus surat perizinan.

Kepala Stasiun Karantina Kelas II Tanjungbalai Karimun, Priyadi mengatakan, komoditas yang dimusnahkan terutama daging kerbau impor yang berasal dari India, buah-buahan dan bibit sawi dari Malaysia. Selain itu, masih ada bibit lainnya yang turut diamankan petugas, hanya saja karena kondisinya sudah kering jadi tak ikut dibakar menggunakan mesin incenerator.

“Komoditas daging dan buah-buahan yang kami musnahkan sekarang adalah hasil tegahan dalam kurun waktu Oktober 2018 hingga Agustus 2019. Dalam kurun waktu itu, terjadi kenaikan jumlah kasus yang kami tangani. Selain itu, ada juga barang limpahan dari Bea cukai sebanyak 80 kilogram,” ujarnya.

Dikatakan, secara frekuensi untuk tahun 2019, penahanan sejumlah komoditas impor ilegal yang dilakukan petugas naik sebesar 70 persen atau sebanyak 81 kali penahanan. Kemudian, ada juga penolakan sebanyak 8 kasus komoditas seperti sosis, daging ayam dan bawang. Penolakan itu karena barang tersebut antar area seperti dari Batam.

Priyadi menyebut, di Karimun tak satupun perusahaan sebagai importir daging. Kalaupun ada pedagang daging di sejumlah pasar tradisional di Karimun, maka daging tersebut masuk melalui Batam dan dibawa ke Karimun menggunakan agen tertentu. Jika masuknya memiliki izin, maka daging tersebut merupakan komoditas legal.

“Di Karimun tidak ada yang punya izin impor. Jadi, selama ini daging-daging yang masuk ke Karimun itu didatangkan dari Batam. Masuknya daging tidak dilarang secara penuh, ada daging yang masuk melalui Bulog (itu memiliki izin). Dari Bulog kemudian disebar, ada yang dibawa masuk ke Pekanbaru dan Batam,” ujarnya.

Total komoditas yang dimusnahkan Stasiun Karantina Kelas II Tanjungbalai berupa 310,24 kilogram daging sapi beku, 29 kilogram bibit sayur sawi, 167,03 kilogram jeroan dan daging unggas, 38 kilogram buah-buahan dan juga 14 batang bibit tanaman. Pemusnahan itu dihadiri sejumlah dinas terkait di Pemkab Karimun dan institusi vertikal. (ham)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed