Residivis Curanmor Keok di Tangan Polisi

Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto didampingi kanitnya memperlihatkan barang yang digunakan pelaku dalam beraksi. DEDI/HALUAN KEPRI

SAGULUNG (HK) — Baru bebas dari penjara pada akhir tahun 2018 silam, Saddam (28), pelaku residivis Pencurian sepeda motor (Curanmor) kembali ditangkap anggota opsnal Polsek Sagulung, pada Jumat (2/8) malam, setelah melakukan pencurian 50 unit sepeda motor.

Kepada awak media, Sadam, pelaku Curanmor mengakui perbuatannya. Ia pun juga mengatakan bahwa sudah tak bisa meninggalkan hobinya sebagai Curanmor. Karena untuk mendapatkan uang paling gampang adalah menjual motor curian. Sedangkan Asroni hanya mengaku diajak oleh Sadam.

“Sudah biasa pak. Karena dah ketagihan dan tak bisa ditinggalkan lagi. Sebab, hal ini yang paling gampang untuk mendapatkan uang. Soalnya 1 motor saja bisa dijual Rp1 juta hingga Rp3 jutaan,” ungkapnya dalam ekspose kasus, Rabu (14/8).

Untuk memudahkan penjualan hasil curian, pria kelahiran Johor Baru, Malaysia itu meminta bantuan rekannya Arsianus untuk menjual motor curian di lapangan. Sehingga sebelum tertangp keduanya telah menjual belasan motor dengan harga bervariasi.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 15 unit motor berbagai merek motor sebagai barang bukti. Tak hanya itu, polisi juga menyita kunci T alat yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya.

Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto bersama Kanit Reskrim Iptu Supardi serta Kasubag Humas Polresta Barelang mengatakan, jika penangkapan pelaku ini bermula dari adanya warga Sagulung kehilangan sepeda motor.

Setelah diperiksa, tim opsnal yang dipimpin Kanit reskrim pun mengetahui bahwa informasinya pelaku di kampung Simpang Dam, Muka Kuning. Sesaat itu juga pelaku diamankan tanpa perlawanan.

“Pelaku ini kita amankan dari kampung Simpang Dam, Muka Kuning beserta barang buktinya. Penangkapan ini bermula saat warga melapor kehilangan sepeda motornya,” paparnya Kapolsek, Rabu (14/8) siangnya.

Masih tambahnya, Kapolsek juga menyampaikan, kalau pelaku ini pernah ditangkap Polsek Batuampar dengan kasus yang sama tahun 2018 silam. Sebelum pelaku ini ditangkap, pernah melakukan aksinya bersama temannya Morgan.

Namum Morgan sudah duluan di wilayah hukum Polsek Batam Kota dengan kasus yang sama. Polsek Batam Kota juga mengamankan sebagian barang buktinya.

“Sebelum pelaku ini ditangkap, ia bersama Morgan pernah melakukan aksinya. Tapi sebelumnya sudah diamankan di wilayah Batam Kota,” katanya.

Kapolsek Sagulung pun menyampaikan, kalau pelaku Sadam ini merupakan spesialis motor gede. Dan menurut pelaku, bahwa tiap kali bereaksi hanya membutuhkan hitungan detik saja.

“Jadi, kasus ini masih kita selidiki apakah masih ada korban atau tak. Karna pelaku ini sangat spesialis, sebab sehari saja mereka dapat motor 3 unit dan hanya membutuhkan hitungan detik saja,” terangnya.

Maka dari itu, kepada pelaku ini disangka kan pasal 363 KUHPidana tentang pencurian pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara. Sedangkan kepada penadahnya dikenakan pasal 480 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun penjara. (ded)

(Visited 27 times, 1 visits today)