Unisem Perpanjang Operasional Perusahaan

Sejumlah karyawan PT Unisem di kawasan Industri Batamindo mogok kerja memprotes tidak jelasnya pesagon mereka. DOK HALUAN KEPRI

BATAM (HK) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemerintah Kota Batam mengemukakan PT Unisem akan memperpanjang operasional perusahaan selama enam bulan, sebelum akhirnya berhenti beroperasi di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti di Batam, Kamis (15/8), mengatakan rekanan PT Unisem melaporkan bahwa ada pekerjaan yang masih harus ditunaikan, sehingga perusahaan elektronik itu masih harus beroperasi.

“Ada kostumer yang tidak mau tutup, karena masih ada barang yang dikerjakan minimal enam bulan,” kata dia.

Meski begitu, perusahaan tetap akan mengurangi jumlah tenaga kerja dari 1.505 pekerja menjadi 800 orang. Pekerja masih dipertahankan untuk menyelesaikan pekerjaan dari rekanan.

“Ada pengurangan, disisakan 800 karyawan. Untuk menyelesaikan dari kostumer, karena kerjanya banyak. Diperkirakan Maret 2020 selesai, kostumer datang menjelaskan prosesnya. Mereka tidak gampang pindah perusahaan. Minimal enam bulan atau bisa jadi enam bulan tak selesai,” kata dia.

Sementara itu, mengenai proses pengurangan tenaga kerja dan menyaluran hak-haknya, Rudi memastikan sudah tidak ada masalah.

Manajemen dan pekerja sudah sepakat mengenai hak yang harus dibayarkan perusahaan, yaitu dua kali ketentuan masa kerja. Kesepakatan itu dibuat dengan saksi dari Disnaker.

“Sudah ada kesepakatan bersama. Dimana pesangonnya dua kali ketentuan masa kerja. Yang permanen gaji pokok 6,5 juta, begitu juga yang karyawan kontrak harus diselesaikan semua sebelum tutup,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Unisem Mike McKerreghan dalam suratnya menyatakan perusahaan di Kawasan Industri Batamindo Muka Kuning, Sei Beduk, menghentikan operasional perusahaannya di Batam karena kondisi bisnis yang menurun. (ant)

(Visited 20 times, 1 visits today)