Anak Yatim Diperkosa Empat Pemuda

Para pemerkosa anak yatim diperlihatkan polisi ke publik saat ekspose perkara, Selasa (20/8).

Bandung (HK)- Kekerasan seksual terhadap anak menimpa Y (15), warga Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ia menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan empat pemuda di kampungnya.

Kasus ini terungkap saat keluarga besar korban melaporkan kejadian ini kepada kepolisian serta Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Bandung Barat pada 12 Agustus.

Kapolsek Batujajar Kompol Jose mengatakan kejadian bermula saat korban diajak ngabuburit oleh salah seorang rekannya berinisial AR (22) ke Kota Baru Parahyangan, Padalarang, sekitar pukul 17.00 WIB, 7 Mei silam.

Karena sudah lama saling mengenal, Y mengikuti ajakan AR tanpa menaruh curiga sedikit pun.

Di tempat itu, korban dicekoki minuman keras oleh pelaku. Ketika itu, korban yang tengah mabuk berat hendak ke kamar kecil. “Saat mau buang air kecil, korban diikuti oleh pelaku dan langsung dicabuli,” kata Jose di Mapolsek Batujajar, Selasa (20/8), sore.

Setelah itu, korban diajak ke kediaman salah seorang pelaku berinisial AS (28). Di sana sudah ada dua pelaku lainnya berinisial UR (18) dan R (23). “Di tempat itu kemudian korban dicabuli kembali secara bergantian,” kata Jose.

Jose mengatakan korban terus-menerus dicekoki minuman keras selama dua hari di tempat itu. “Setelah dia sadar, akhirnya korban pulang ke rumahnya kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya,” katanya.

Salah seorang pelaku, AR, mengaku aksi bejatnya itu karena pengaruh minuman keras. “Spontan saja, karena terpengaruh minuman keras,” ujarnya.

Saat ini polisi telah menahan keempat pelaku. Keempatnya diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun karena melanggar Pasal 81 ayat 1 dan Pasal 82 ayat 2 UU RI No 35 tentang Perlindungan Anak.

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan menyoroti kasus kekerasan seksual yang menimpa anak perempuan berusia 15 tahun di wilayahnya.

“Ini pekerjaan rumah bagi kami, karena Jabar itu kan konsepnya juara lahir batin, maka dari itu faktor batin yang harus dipersiapkan,” ujar Hengky saat ditemui di Desa Galanggang, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (20/8).

Hengky menegaskan begitu pentingnya pendidikan agama, terutama untuk menghadapi era globalisasi. Menurutnya, agama akan menjadi benteng pertama, jika ada paparan yang negatif mendekat.

“Ini ada beberapa kasus di Bandung Barat, salah satunya ada di Padalarang. Korbannya anak jalanan,” katanya.

Untuk mencegah agar kasus serupa tak terjadi, Hengky dan anak-anak muda di Bandung Barat sibuk berkegiatan positif. “Apalagi saya juga masih termasuk ke dalam kategori milenial, kita harus membuat anak muda itu sibuk. Berbuat yang positif dan meninggalkan yang negatif,” katanya.

“Salah satunya dengan Techonpreneur 4.0, anak muda akan diajak menggunakan teknologi untuk berbisnis. Kemudian juga membuat production house bagi yang suka fotografi atau akting,” Hengky menambahkan.

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) melaksanakan pendampingan kepada korban pemerkosaan. Korban waktu itu dicekoki minuman keras lalu mendapatkan kekerasan seksual oleh empat pemuda.

Kabid Pemberdayaan Perempuan pada Dinas P2KBP3A KBB, Euis Siti Jamilah mengatakan, pihaknya dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) KBB tengah berupaya memulihkan mental korban. “Walaupun sempat mendapat tekanan batin dan psikis, tapi secara mental, dia (korban) terlihat sangat kuat,” ujar Euis.

Menurut dia, korban berasal dari golongan keluarga ekonomi tidak mampu. Keadaan itu yang mendesak korban putus sekolah di kelas 2 SMP. “Kami usulkan korban, yang juga anak yatim ini, agar mendapat pendidikan gratis paket B dari pemerintah. Terlebih, keadaan ekonomi keluarganya kurang mencukupi,” tutur Euis.

Ketua KPAID Bandung Barat Dian Dermawan mengutuk keras perilaku durjana para pelaku. “Korban masih polos, kalau tidak segera ditangani, kami khawatir mentalnya bisa terganggu. Apalagi lingkungan rumah korban berada di wilayah pelosok,” kata Dian.

Saat ini, polisi telah menahan keempat pelaku pencabulan. Keempatnya diancam hukuman 15 tahun penjara. (dtc)

(Visited 31 times, 1 visits today)