Bobby Jayanto Jadi Tersangka Dugaan Kasus Rasis

Bobby Jayanto. (asfanel/haluankepri.com)

Bobby Jayanto. (asfanel/haluankepri.com)

TANJUNGPINANG (HK) – Tim penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang akhirnya menetapkan status Bobby Jayanto sebagai tersangka dugaan kasus tindak pidana Ras dan Diskriminasi Etnis (Rasis) yang dilakukan pada pidato acara sembahyang keselamatan di Pelantar 2 Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

“Hasil gelar perkara yang dilakukan tim penyidik Satreskrin Polres Tanjungpinang kemarin, akhirnya mengambil kesimpulan penetapan tersangka terhadap saudara BJ (Bobby Jayanto -red) atas dugaan tindak pidana Rasis tersebut,”Kata Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi, melalui Kasat Reskrim, AKP Efendri Alie pada sejumlah wartawan di ruang tugasnya, Kamis (22/8/2019)

Atas penetapan tersangka tersebut, lanjut Alie, dalam waktu dekat pihaknya segera melayangkan surat panggilan terhadap yang bersangkutan untuk diperiksa sesuai status bersangkutan yang sebelumnya sebagai saksi dan berubah menjadi tersangka.

“Surat panggilan sebagai tersangka segera kita kirimkan, “ujar Alie.

Disinggung apakah yang bersangkutan Bobby Jayanto dapat dilakukan penahanan, Kasat Reskrim ini belum bisa menjelaskan lebih lanjut.

“Kita lihat bagaimana perkembangan nantinya,”ucap Alie.

Lebih lanjut dikatakan, dalam proses penyidikan dugaan kasus tersebut, tim penyidik telah mengumpulkan sejumlah barang barang bukti, juga 17 saksi termasuk 3 saksi ahli dibidangnya masing-masing.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang ini juga menjelaskan, bahwa dugaan kasus tindak pidana Rasis tersangka BJ tersebut termasuk pidana murni dan terus berlanjut.

Hal tersebut disampaikan, menjawab pertanyaan sejumlah wartawan, terkait adanya surat pencabutan Laporan Polisi oleh pihak pelapor sebelumnya dari LSM dan Oramas ke Mapolres Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

“Memang ada surat masuk pencabutan laporan atas dugaan kasus Rasis yang kita terima beberapa waktu lalu dari saudara RME Mansyur Razak. Namun, dugaan kasus ini, bukanlah delik aduan, sehingga proses penyidikannya terus berlanjut,”tegasnya.

Bobby Jayanto, Ketua DPD Partai NasDem Kota Tanjungpinang ini sendiri sebelumnya telah dua kali datang memenuhi undangan penyidik untuk dilakukan pemeriksaan

Dugaan Rasis dan diskriminasi etnis oleh Bobby Jayanto tersebut muncul pada saat ia berpidato dengan bahasa Tionghoa yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia, adanya dugaan penyebutan bahasa kulit hitam dan kulit putih pada kegiatan perayaan sembahyang keselamatan di Pelantar 2 Tanjungpinang.

Ucapan Bobby tersebut juga diduga berkaitan pencalegkan dirinya sebagai anggota DPRD Kepri sehingga ia dipilih oleh masyarakat pendukungnya pada Pemilu 2019 lalu. Ucapan Bobby itu juga dikabarkan sempat viral dibeberapa media sosial lokal, hingga akhirnya dilaporkan oleh beberapa LSM dan Oramas ke Mapolres Tanjungpinang. Laporan Polisi Nomor: LP-B/82/VI/2019/KEPRI/SPKT-Res TPI tanggal 11 Juni 2019 tersebut terkait perkataan Bobby yang diduga telah mengundang unsur sara.

Dugaan kasus Bobby itu sebelumnya sempat terekam video berdurasi sekitar 16 menit dan viral di media sosial Facebook dan Whatsaap. Video itu diketahui dalam bahasa Thionghoa.

Ucapan Bobby diduga melanggar unsur pidana Pasal 16 huruf (b) angka (2) UU RI Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.(nel)

(Visited 122 times, 1 visits today)