Kades Pengujan Tepis Isu Jembatan Amblas

JEMBATAN PENGHUJAN - Aktifitas lalu lintas di Jembatan Penghujan, Kecamatan Teluk Bintan masih tampak normal seperti biasanya. Penutupan akses hanya dikhususkan untuk kendaraan roda 4 karena sedang ada pekerjaan lanjutan tahap ketiga, Jumat (23/8) siang. Foto HK oleh Oki Alexander

BINTAN (HK) – Kepala Desa (Kades) Pengujan, Zulfitri menepis mentah-mentah kabar angin yang menginformasikan kalau jembatan penghubung antara Dusun 1 dan 2 didesanya amblas.

Ia menegaskan, kabar itu hoax alias bohong. Zulfitri menjelaskan, kalau jembatan yang dibangun Pemkab Bintan itu sedang dalam pengerjaan tahap ketiga. Sehingga, kendaraan roda empat dilarang melintas sementara waktu.

“Kalau ditutup memang iya, tapi hanya mobil saja yang belum boleh melintas. Karena ada pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Kalau motor tetap kayak biasa,” terangnya, Jumat (22/8).

Tindakan penutupan sementara waktu khusus untuk kendaraan besar seperti mobil dilakukan atas permintaan kontraktor yang sedang bekerja. Karen kabar amblasnya jembatan itu, Zulfitri mengaku sering menerima panggilan telpon menanyakan perihal tersebut.

“Tidak ada (penurunan sekitar 2 centimeter). Kontraktor lagi ada pekerjaan tahap ketiga, makanya lalu lintas sebagian ditutup (khusus mobil),” tegasnya.

Kemarin kata dia, pihak kontraktor datang ke desa dan menjelaskan perihal pekerjaannya. Karena ada pembangunan lanjutan di bagian jembatan di Pulau Pengujan, maka kendaraan tidak boleh melintas selama 14 hari.

“Namun saya minta kalau ditutup semua kendaraan tidak bisa, kendaraan bermotor harus dapat melintas,” paparnya.

Ia meminta semua pihak bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar. Zulfitri menyakinkan, bila pekerjaan siap aktifitas lalu lintas kendaraan akan kembali normal.

Amatan dilapangan, kendaraan roda dua warga tampak masih lalu lalang melintasi jembatan tersebut. Dilihat dari kondisinya masih tampak normal. Kabar yang belakangan beredar, jembatan tersebut mengalami penurunan sejak resmi dioperasikan. Sehingga ada penutupan akses, namun kabar tersebut telah dibantah kepala desa setempat. (oxy)

(Visited 13 times, 1 visits today)