Martin Maramon Serahkan Dokumen ke KPK

Febri Diansyah

Batam (HK) – Kepala Biro Umum Pemprov Kepri Martin Maromon menyerahkan dokumen yang diminta penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di Mapolresta Barelang, Jumat (23/8).

“Mau menyerahkan dokumen yang mereka minta,” kata Martin yang sudah menjalani pemeriksaan KPK di Batam untuk tersangka Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun, awal pekan lalu.

Martin enggan menjelaskan lebih detil mengenai dokumen yang diminta KPK. “Ini, kalau di kantor ada nomor surat,” kata dia.

Martin sempat berada di ruang pemerikaaan KPK di lantai 3, lebih dari 30 menit, sebelum kembali ke lantai dasar Mapolresta Barelang.

Selama berada di ruang pemeriksaan KPK, Martin mengatakan melihat sejumlah pengusaha di sana.

KPK Periksa Linus
Direksi PT Barelang Elektrindo Linus Gusdar memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan keterangan terkait kasus gratifikasi yang melibatkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nonaktif Nurdin Basirun.

Linus nampak turun dari ruang pemeriksaan KPK di lantai 3 Mapolresta Barelang, Jumat sore.

Linus yang mengenakan batik langsung bergegas memasuki kendaraan yang sudah menunggunya di halaman belakang Mapolresta Barelang. Ia enggan menjawab pertanyaan yang diajukan awak media.

Ia nampak membawa sejumlah dokumen, saat meninggalkan ruang pemeriksaan.

KPK hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima orang dari swasta.

Selain Linus, nampak dua orang turun dari ruang pemeriksaan KPK di lantai 3 Mapolresta Barelang.

Namun, keduanya membantah datang untuk memenuhi panggilan KPK terkait Nurdin Basirun.

“Saya ke sini mau jumpa kawan, satu angkatan. Kebetulan dia sedang ada di Batam,” kata dia.

Orang yang tidak diketahui namanya itu mengaku sengaja bersilaturahmi dengan kawannya di sela-sela pemeriksaan KPK.

Tujuh orang dijadwalkan diperiksa KPK, yaitu Direksi PT Bintan Hotels Trisno, PT Labun Buana Asri Herman, Pemegang Saham Damai Grup Hendrik, Direksi PT Barelang Elektrindo Linus Gusdar, karyawan PT Marcopolo Shipyard Sutono, Manajemen Adventute Glamping I Wayan Santika, dan konsultan reklamasi dan penggunaan ruang laut PT Marcopolo Shipyard Agung.

Febridiansyah mengatakan, setelah hari ini memeriksa tujuh orang saksi dari pihak swasta, maka pihaknya telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap 28 orang saksi lainnya.

Guntur Siap
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Guntur Sakti menegaskan akan memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur nonaktif Nurdin Basirun.

Guntur menyampaikan dirinya tidak pernah dan tidak mungkin mangkir dari proses penyidikan KPK ini.

“Saya mengikuti dengan waktu dan tempat yang ditentukan untuk pemeriksaan,” kata Guntur, Jumat (23/8) siang.

Seharusnya, lanjut Guntur, dirinya dijadwalkan memberikan keterangan ke penyidik KPK pada Senin (19/8) lalu. Namun, dirinya mendapatkan info bahwa jadwal pemeriksaan diubah menjadi Senin (26/8) mendatang. (ant)

(Visited 57 times, 1 visits today)