3.583 JH Debarkasi Batam Sudah di Tanah Air

Petugas Kloter 8 dengan jamaah haji saat di Pesawat Saudi Arabian Airlines menuju Batam. (istimewa)

Petugas Kloter 8 dengan jamaah haji saat di Pesawat Saudi Arabian Airlines menuju Batam. (istimewa)

  • Satu Jamaah Haji Kloter 8 Masih Dirawat

Batam (HK) – Sebanyak 3.583 Jamaah Haji (JH) Debarkasi Batam sudah kembali ke tanah air. Semua berasal dari 8 Kloter. Diberitakan sebelumnya, pada musim haji 1440 H/2019 ini, Embarkasi/Debarkasi Batam melayani jamaah dari empat provinsi yakni Kepri, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat yang dibagi dalam 29 kloter.

Diketahui, Kloter 8 Debarkasi Batam merupakan jamaah asal Kabupaten Rokan Hilir dan Kampar, Riau itu, tiba di Batam pada, Sabtu (24/8/2019) pada pukul 21.05 WIB malam setelah menempuh perjalanan sekitar 8 jam dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah dengan pesawat Saudia Arabian Airline nomor penerbangan SV 5700.

Ketua Kloter 8, H.Sugeng Syafriadi, dijumpai di ruang tunggu Bandara Hang Nadim Batam, seperti dilansir Media Center Haji (MCH) Debarkasi Haji Batam, mengatakan, saat berangkat ke tanah suci pada, Jumat (12/7/2019) lalu, jumlah jamaah Kloter 8 sebanyak 449 orang,

“Namun, ada 1 orang jamaah yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit An Nur Mekkah a.n Hj.Masri Lahakim Salam. Beliau tidak bisa kembali bersama kami,” ungkap H. Sugeng Syafriadi.

“Lalu, ada 1 orang jamaah yang tanazul masuk ke Kloter 8 dari Kloter 28, a.n Hj.Fatimah Badu Letap, dari Provinsi Jambi,” tambahnya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, H. Majemuk, Pembimbing Ibadah Kloter 8, menyampaikan, selama di tanah suci, pelaksanaan ibadah jamaah haji Kloter 8 secara umum berjalan lancar.

“Baik ibadah sunat, rukun, dan wajib haji-nya berjalan sempurna,” jelas H. Majemuk.

“Kami terus memantau pelaksanaan ibadah yang dilakukan jamaah, yang sakit kami badalkan, yang menggunakan kursi dorong kita bantu mendorong dalam pelaksanaan tawaf di Masjidil Haram,” paparnya menambahkan.

Sementara itu, dokter Kloter 8, dr.Pasniwati Aziz Chan menuturkan, secara umum jumlah jamaah yang masuk kategori resiko tinggi (risti) di Kloter 08 sekitar 78%, naik dari data keberangkatan.

“Hal ini disebabkan banyak jamaah yang tiba-tiba kaget dengan keadaan lingkungan di tanah suci. Lalu, banyak jamaah tidak mengetahui penyakit sebelumnya sewaktu di tanah air,” terangnya.

“Ada 6 jamaah yang mendapat perhatian khusus dari tanah air. Empat orang diantaranya memiliki penyakit gagal ginjal kronis, 2 orang jamaah hipertensi dan diabetes melitus,” tambahnya lagi.

“Namun, Alhamdulillah, jamaah ini selama di tanah suci sehat-sehat. Mungkin karena mereka begitu intens memperhatikan kesehatannya. Sementara jamaah yang risti lainnya malah sering mengabaikan penyakitnya,” lanjut dr Pasniwati.

“Kami juga melakukan upaya penyuluhan secara promotive dan preventif. Kita lakukan visitasi setiap hari dan Alhamdulillah secara umum kesehatan jamaah dapat terpantau dengan baik,” ujarnya.

Dia menambahkan, selama di tanah suci, pihaknya terus mengimbau kepada jamaah untuk selalu membiasakan diri menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan minum oralit.

“Jadi, secara umum masalah kesehatan di Kloter 8 tidak ada persoalan,” pungkasnya.

Diketahui, seluruh jamaah asal Riau, masuk dalam Embarkasi Antara, yakni, jamaah tidak ke asrama haji Batam. Mereka hanya transit di Bandara Hang Nadim Batam. Jadi, Kloter 8 setelah istirahat beberapa jam, pada Minggu (25/8/2019) pukul 01.08 WIB dinihari tadi, seluruh jamaah Kloter 8 diterbangkan ke Pekanbaru dalam tiga penerbangan.

Dan berdasarkan jadwal, malam nanti, Kloter 9 akan tiba di Batam dengan pesawat Saudi Arabian Airlines no penerbangan SV 5100 yang akan landing di Bandara Hang Nadim sekitar pukul 20.45 WIB. (fhy)

(Visited 19 times, 1 visits today)