Jangan Jual Buku ke Siswa

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan. (damri-haluankepri.com)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan. (damri-haluankepri.com)

BATAM (HK) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan, kepala sekolah kalau tidak mau berurusan dengan dengan hukum, maka jangan sekali-kali mencoba untuk melakukan penjualan buku kepada siswa di sekolah.

Pasalnya untuk buku itu sudah disiapkan oleh pemerintah, yakni melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan di masing-masing sekolah sudah menganggarkan untuk buku itu.

“Untuk sekolah negeri dan khususnya di Kota Batam kita sudah sering mengigatkan sekolah-sekolah bahwa tidak boleh melalukan penjualan apapun terhadap siswa, baik itu buku maupun baju seragam sekolah,” ucap Hendri kepada haluan Kepri, Sabtu (24/8/2019) saat dijumpai di SMK Pelayaran (Maritim) dan Penerbangan Nasional Batam.

Dikatakannya, aturan penyediaan buku salah satunya tercantum dalam Undang-Undang Sistem Perbukuan (UU Sisbuk) Nomor 3 Tahun 2017. Bila sekolah menyulitkan siswa untuk memiliki buku pelajaran tertentu maka, kata dia melanggar aturan itu.

“Larangan menjual buku atau baju sekolah itu khusus untuk sekolah negeri, tapi kalau untuk disekolah swasta kita tidak dapat mengintervensinya,” kata Hendri.

Ditegaskannya, jika ada masyarakat atau orang tua siswa melihat atau mengetahui ada oknum-oknum di sekolah negeri yang melakukan penjualan buku maka laporkan kepada pihak yang berwenang atau dinas pendidikan.

Yang jadi persoalan saat ini disebagian sekolah adalah bahwa dia hanya menyiapkan buku untuk siswa itu dalam satu kelas hanya untuk 40 siswa, namun jumlah siswanya dalam satu lokal itu ada yang sampai 43 siswa, maka kalau itu terjadi maka ketersediaan buku itu kurang.

“Tapi walaupun begitu tetap tidak boleh, apapun alasannya tidak boleh dan itu sudah melanggar aturan yang ada,” ucapnya.

Ditambahkan Hendri, Disdik Kota Batam sudah dari dulu melarang sekolah-sekolah negeri itu tidak boleh melakukan penjualan kepada siswa dan surat edaranyapun juga sudah diberikan, seperti tidak boleh menjual buku, seragam sekolah dan juga sepatu.

Sekolah pun kalau melakukan pembelian buku juga harus melalui online, yakni pemesanannya secara online atau e-catalogue oleh masing-masing sekolah.

“Sejauh ini di Batam belum ada orang tua siswa yang melapor kepada saya terkait adanya sekolah-sekolah negeri yang melakukan penjualan buku dan seragam sekolah,” bebernya. (cw64)

(Visited 266 times, 1 visits today)