SMK Pilihan Tepat untuk Anak Kepri

Plt Gubernur Kepri, memasangkan tanda kenaikan tingkat kepada taruna-taruni SMK Pelayaran (Maritim) dan Penerbangan nasional Batam. (damri/haluankepri.com)

Plt Gubernur Kepri, memasangkan tanda kenaikan tingkat kepada taruna-taruni SMK Pelayaran (Maritim) dan Penerbangan nasional Batam. (damri/haluankepri.com)

BATAM (HK) – Plt Gubernur Kepri, Isdianto, mengatakan pilihan anak-anak Provinsi Kepri untuk menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah pilihan yang tepat, terutama bagi jurusan pelayaran dan penerbangan.

Karena wilayah Provinsi Kepri didominasi oleh lautan, yakni 96 persen adalah lautan, oleh karena itu Provinsi Kepri sangat membutuhkan SDM yang unggul dalam pengelolaannya.

Ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan karakter, moral serta sikap yang baik agar dapat mempraktekkan ilmu secara positif.

Hal itu diucapkan Isdianto dalam amanatnya pada upacara penutupan masa dasar pembinaan fisik dan mental serta pembentukan karakter dirangkaikan dengan pelantikan calon taruna-taruni SMK Pelayaran (Maritim) dan Penerbangan nasional Batam tahun akademik 2019-2020, Sabtu (25/8/2019) di Bengkong.

Ditegaskannya, bahwa pendidikan di SMK pelayaran dan penerbangan adalah langkah yang baik untuk siswa di Kepri. Setelah selesai melaksanakan pendidikan nantinya bisa dilanjutkan dengan mengikuti kompetensi yang lebih tinggi atau langsung terjun kedunia kerja. Karena siswa lulusan SMK adalah lulusan yang sudah siap pakai, yakni siap pakai dengan ilmu kejuruannya.

Dia melanjutkan, sebagaimana pepatah mengatakan bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha, hasil yang didapatkan itu adalah perbuatan buah dari berbagai usaha yang telah dilakukan sebelumnya.

“Yakni mulai dari pembelajaran yang intensif, manajemen, waktu serta kedisiplinan. Keberhasilan kalian akan membawa nama baik keluarga, al-mamater dan juga nama daerah,” tutur Isdianto.

Sementara itu Kepala SMK Pelayaran (Maritim) dan SMK Penerbangan Nasional Batam, Hidayat mengatakan dengan adanya proses pelantikan awal calon taruna-taruni SMK Pelayaran (Maritim) dan SMK Penerbangan itu diharapkan masyarakat lebih terbuka memasukkan anak-anaknya yang sudah lulus SMP dengan memproritaskan untuk masuk SMK.

“Sebab penyaluran tenaga kerja dari lulusan SMK pelayaran sangat banyak peluangnya, karena mendapatkan ijazah formalnya SMK dan kemudian mengikuti uji sertifikasi kepelautan, maka mendapatkan ijazah pelaut, yaitu ANT/ ATT-IV,” ucap Hidayat.

Dijelaskan Hidayat, bahwa anak-anak SMK Pelayaran apabila telah memiliki ANT/ ATT-IV itu maka jabatannya itu dikukuhkan oleh negara, dimana dengan bobot kapal yang diatas 500 Gross Ton (GT) kebawah mereka jadi nahkoda, kemudian untuk 700 Kilowatt maka dia akan jadi kepala kamar mesin kapal.

“Lulusan SMK disini 70 daya serapnya adalah kepelautan. Selain itu dunia usaha swasta juga telah menyambut baik terhadap lulusan-lulusan SMK ini baik itu yang ada di Kota Batam maupun secara nasional,” cetusnya. (cw64)

(Visited 18 times, 1 visits today)