Ditpolairud Polda Kepri Gagalkan Peredaran Narkotika 30,8 Kg

BATAM (HK) – Subditgakkum Ditpolairud Polda Kepri gagalkan peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 30,8 kg diperairan pulau putri, Nongsa, Batam pada Jum’at (23/8/2019) pagi.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga mengatakan pihaknya telah menetapkan 4 tersangka yakni, Indra Syaril (43), Suriyanto (34), Prastiadona alias Dona (30) dan Nasrul (33). Sementara itu 2 orang lainnya status DPO yakni, Agam Patra dan Piter WNA Malaysia.

“Jadi pengakuan dari keempat tersangka,  mereka sudah lima kali melakoni pekerjaan tersebut. Ini masih pengakuan mereka, tentu bisa lebih dari itu,” kata Erlangga dalam konferensi persnya di Mapolda Kepri, Senin (26/8/2019) pagi.

“Keempat tersangka merupakan jaringan internasional, mereka melakoni pekerjaan ini dengan modus teknisi mesin,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Dir Polairud Polda Kepri, Kombes Benyamin Sapta, menjelaskan sekitar pukul 08.45 WI personel Subditgakkum melakukan patroli lalu mencurigai satu unit Speedboat (boat Service) datang berlayar dari out port limit (OPL) timur tujuan Batam membawa dua orang penumpang, Indra Syahril dan Suriyanto.

“Setelah diberhentikan, lalu dilakukan pemeriksaan terhadap barang-barang milik dua orang penumpang tersebut, ternyata  ditemukan serbuk kristal diduga Narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik warna kuning emas merk guanyinwang sebanyak 30  bungkus disimpan dalam 4 kaleng oli,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan, sebelumnya Indra Syaril dan Suriyanto berangkat ke Johor Malaysia menggunakan jalur resmi dan menginap selama satu hari. 

“Keesokan harinya mereka mengadakan pertemuan diwilayah pantai sungai Rengit Malaysia dengan dua orang pria bernama Agam Patra dan Piter WNA Malaysia yang kini berstatus DPO,” kata Benjamin.

Lanjutnya, kedua orang ini sudah mempersiapkan kapal speed boat berisi barang berupa empat kaleng oli, dimana isinya diganti dengan sabu-sabu.

“Setelah barang berpindah tangan maka Indra Syaril dan Suriyanto berangkat menggunakan speed boat yang sudah dipersiapkan menuju salah satu kapal tangker (seafortune) di OPL timur dan menunggu jemputan kapal speed boat service di wilayah perairan Batam,” jelasnya.

“Pada saat perjalanan dari OPL timur menuju Bengkong Batam, speed boat service yang disewa oleh kedua pelaku diberhentikan oleh kapal Seareader Patrol Direktorat Polairud Polda Kepri dan ditemukan empat ember oil yang didalamya berisikan serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu,” kata Benjamin.

Kabag Wasidik Dit Narkoba Polda Kepri AKBP Charles Sinaga melanjutkan, setelah pengembangan kasus berupa kontrol delivery maka petugas dari ditpolairud polda kepri bersama direktorat narkoba polda kepri menangkap tersangka Prastiadona alias Dona di wilayah pantai Bengkong.

“Saat itu tersangka Prastiadona sedang menunggu barang datang dan hendak dibawa ke salah satu ruko di wilayah botania nongsa Batam dengan menggunakan mobil lanser warna merah,” jelas Charles.

pengembangan dilanjutkan, lalu petugas Kepolisian Direktorat Polairud Dan Direktorat Reserse Narkoba menuju wilayah Botania 1 Nongsa tempat barang tersebut akan disimpan. 

“Lalu kami amankan kembali Nasrul bin Sulaiman yang berperan sebagai penerima barang dan menaruhnya di dalam mobil innova hitam,” jelasnya..

Dari keterangan para keempat pelaku ini, mereka telah melakukan pekerjaan pengiriman shabu dari malaysia sejak awal tahun 2019 sebanyak lima kali.

“Tapi kami tidak percaya hanya lima kali, ini yang masih kami kembangkan lagi. Sementara keterangan pelaku sekali pengiriman masing-masing mendapat upah dari Agam Patra selaku pemilik barang  sebesar Rp15 juta,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, Keempat tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) dan/atau pasal 112 ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman mati.(Cw63)

(Visited 73 times, 1 visits today)