27 Perusahaan Hengkang dari Batam

KEPALA Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam Rudi Sakyakirt.Foto:Damri/Haluan Kepri

BATAM (HK) – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam Rudi Sakyakirt mengatakan pada semester 1 Tahun 2019 perusahaan yang Hengkang di Kota Batam ada sebanyak 27 perusahaan.

Sehingga dampak dari Hengkang perusahaan itu ada sekitar 900 orang pekerja di Kota Batam yang harus kehilangan pekerjaannya.

“27 perusahaan yang tutup dan 900 orang yang kehilangan pekerjaan itu adalah dari januari hingga juni 2019 lalu,” ujar Rudi, kepada Haluan Kepri, Selasa (27/8/2019) saat di temui di depan kantor kantor Walikota Batam usai aksi unjuk rasa buruh yang tergabung dalam Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) Kota Batam.

Dikatakannya, perusahaan yang tutup itu bukanlah dari perusahaan-perusahaan yang besar tetapi adalah perusahaan yang dilevel bawah, yakni perusahaan yang mensuport sebuah perusahaan besar.

Perusahaan level bawah itu kalau industri induknya tidak ada job maka secara otomatis perusahaan bawah itu juga tidak akan ada pekerjaan. Contohnya adalah perusahaan Shipyard, dimana Shipyard itu tidak jalan, sementara dia adalah penyaplay perusahaan kawat las.

“Angka 27 perusahan dan 900 orang yang kehilangan pekerjaan itu belum termasuk dari PT Foster Electronic Indonesia dan PT Unisem, karena kedua perusahaan itu belum selesai menyelesaikan administrasinya, seperti pajak dan lain-lainnya,” katanya.

Dijelaskan Rudi, walaupun banyak perusahaan yang tutup tapi ada juga beberapa perusahaan yang buka, diantaranya yaitu PT Simatelx dan PT Pegatron Technology Indonesia, yang berdomisili di kawasan industri Batamindo, Mukakuning.

Dari dua perusahaan yang buka itu, yang paling banyak merekrut tenaga kerja adalah PT Pegatron Technology Indonesia, diaman hingga saat ini PT Pegatron Technology Indonesia itu telah merekrut tenaga kerja sebanyak 300 orang.

“Kita harapkan pada akhir tahun 2019 ini, PT. Pegatron Technology Indonesia telah merekrut sebanyak 800, karen target merak itu adalah 1600 orang,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan banyaknya perusahaan yang tutup itu, perekonomian Kota Batam masih stabil, karena diimbangi dengan dua perusahaan baru buka, yang akan merekrut banyak tenaga kerja.

“Jadi perusahaan yang tutup itu dengan perusahaan yang buka mengimbangi tenaga kerja yang yang sudah berhenti bekerja dengan yang dapat bekerja lagi,” bebernya.(Cw64)

(Visited 1,505 times, 1 visits today)